Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

1 dari 4 Badak Putih Utara Mati

AP/Hym/I-1
24/11/2015 00:00
1 dari 4 Badak Putih Utara Mati
(AFP)
SATU dari hanya empat badak putih utara yang tersisa di dunia mati pada Minggu (22/11) waktu setempat, di Kebun Binatang San Diego, Amerika Serikat.

Nola, badak betina berusia 41 tahun yang telah berada di kebun binatang tersebut sejak 1989, sengaja dimatikan karena kesehatannya terus memburuk. Hal itu diutarakan pihak kebun binatang dalam sebuah pernyataan.

Nola dinyatakan memiliki masalah radang sendi dan penyakit lain. Ia juga dirawat karena infeksi bakteri terkait dengan sebuah abses di bagian pinggulnya.

Pada 13 November lalu, Nola sempat menjalani operasi untuk mengeringkan abses, tetapi kesehatannya mulai memburuk sekitar sepekan yang lalu.

Selera makan badak putih itu pun tidak stabil dan ia menjadi lesu.

Pihak kebun binatang mengungkapkan bahwa kondisi Nola memburuk selama 24 jam dan dokter hewan memutuskan untuk mematikan hewan itu guna meringankan penderitaannya.

"Nola ialah hewan ikonik, tidak hanya di Kebun Binatang San Diego, tapi juga di seluruh dunia," demikian pernyataan pengelola kebun binatang.

Kini, setelah Nola mati, tinggal tiga badak putih utara yang tersisa di dunia ini.

Ketiganya pun sudah berusia senja dan berada dalam penjagaan ketat di cagar alam di Kenya.

Subspesies binatang itu telah berkurang akibat perburuan badak untuk diambil culanya.

Cula badak dihargai tinggi di pasar gelap Asia karena diklaim manjur mengobati kanker.

Dalam upaya untuk melestarikan spesies badak, Kebun Binatang San Diego pada awal bulan ini mengambil enam badak betina putih selatan dari Afrika Selatan.

Peneliti kebun binatang sedang berupaya mengembangkan embrio badak putih utara pada badak putih selatan yang berperan sebagai induk pengganti.

Para peneliti berharap satu badak putih utara bisa lahir dari seekor induk pengganti di San Diego dalam 10-15 tahun.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya