Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Dalang Teror Paris Dipastikan Tewas

AFP/Pra/Kim/X-9
20/11/2015 00:00
Dalang Teror Paris Dipastikan Tewas
Anggota BRI, unit khusus dari polisi Prancis siap melakukan operasi penyergapan di sebuah apartemen di Saint Denis, utara Paris, 18 November 2015.( AFP/KENZO TRIBOUILLARD)

KEJAKSAAN Prancis menyatakan dalang serangan di Paris yang menewaskan 129 orang, Jumat (13/11), tewas dalam penggerebekan, Rabu (18/11). Ia adalah Abdelhamid Abaaoud.

"Abdelhamid Abaaoud satu di antara dua yang tewas dalam penyergapan. Jasadnya telah secara resmi diidentifikasi," ujar pihak kejaksaan Prancis dalam pernyataannya, kemarin.

Selain Abaaoud, seorang perempuan juga tewas dalam operasi di sebuah apartemen di Saint Denis, utara Paris, tersebut. Dalam operasi yang berlangsung 7 jam itu, tujuh teroris lainnya ditangkap. Abaaoud, 27, merupakan warga negara Belgia keturunan Maroko.

Pada Januari 2015, ia terlibat dalam baku tembak dengan polisi Belgia di Kota Verviers. Jejaknya juga diketahui ketika ia ikut bertempur dengan kelompok militan Islamic State (IS) di Suriah.

Untuk mencegah teroris kembali berulah, PM Manuel Valls meminta Eropa berbagi informasi penumpang pesawat. Ia juga memperingatkan kemungkinan adanya serangan teroris dengan menggunakan senjata kimia atau biologi.

Operasi untuk memburu teroris pascateror Paris juga terus dilakukan kepolisian Belgia. Mereka melakukan enam penggerebekan di wilayah Brussels, kemarin.

"Kami menargetkan tempat-tempat di Uccle, Jette, dan Molenbeek yang berkaitan dengan Bilal Hadfi. Keluarga dan teman-temannya menjadi target utama," ujar kejaksaan Belgia.

Bilal Hadfi ialah warga Prancis yang lama tinggal di Belgia.

Ia salah satu pelaku penyerangan di Paris yang tewas setelah meledakkan diri di luar Stadion State de France, Paris. Di sisi lain, IS terus menebar ancaman kepada Barat, termasuk kota New York, AS, lewat video.

"Ditegaskan bahwa New York masih menjadi target utama. Namun, tidak ada ancaman spesifik terhadap kota ini sekarang, kami akan tetap meningkatkan kewaspadaan," ujar Wakil Komisaris NYPD, Stephen Davis.

Dari Jakarta, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan Polri berkoordinasi langsung dengan intelijen Prancis untuk menyelidiki jaringan teroris yang menyerang Paris.

Apalagi, salah satu tersangka, Frederic C Jean Salvi, pernah menyambangi dan ingin belajar di Pondok Pesantren Al-Jawami, Kabupaten Bandung.

Pimpinan Ponpes Al-Jawami, KH Imang Abdul Hamid, membenarkan Salvi pernah datang, tapi tak sempat belajar.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya