Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Tujuh Terduga Teroris Ditangkap

AFP/Pra/X-7
19/11/2015 00:00
Tujuh Terduga Teroris Ditangkap
Seorang wanita menyalakan lilin di samping tulisan 'Saya Paris' di Perancis, saat ribuan orang berkumpul di alun-alun di Strasbourg, Perancis Timur, pada 18 November, 2015, untuk menghormati para korban serangan November 13.(AFP/PATRICK HERTZOG)

LIMA hari berselang setelah serangan Paris, kemarin, kepolisian Prancis masih meneruskan operasi pencarian pihak-pihak yang diduga terlibat dalam insiden mematikan yang menewaskan 129 orang itu.

Hasilnya, hingga kemarin, polisi Prancis telah menangkap tujuh orang yang diduga teroris.

Tujuh orang itu ditangkap hidup-hidup dalam penyergapan terbaru, sejumlah lainnya dilaporkan tewas.

Operasi diawali penggerebekan di sebuah apartemen di Saint Denis, wilayah utara Paris, pukul 04.20 waktu setempat (10.20 WIB).

Baku tembak terjadi di lokasi kejadian.

Dua terduga teroris tewas di tempat termasuk seorang perempuan yang melakukan aksi bom bunuh diri.

Tiga terduga teroris lainnya dapat ditangkap aparat keamanan dalam keadaan hidup.

Dua petugas kepolisian terluka dalam penyergapan tersebut.

Menurut pengamatan yang telah dilakukan, serta laporan dari beberapa saksi, Jaksa Paris Francois Molins mengatakan terdapat dugaan kuat bahwa dalang di balik penyerangan Paris, Abdelhamid Abaaoud, berada di apartemen itu.

Namun, ia mengatakan masih terlalu dini untuk menyimpulkan.

"Belum ada yang bisa masuk ke lokasi kejadian. Tim forensik saat ini belum bisa melakukan tugasnya," ungkap Molins.

Operasi yang dilakukan pihak keamanan tidak berhenti sampai di sana. Pencarian dilanjutkan di sekitar apartemen dan dua orang lainnya yang juga diduga teroris ditangkap.

Tidak lama berselang, pada pukul 11.26 waktu setempat (17.26 WIB), masih di wilayah Saint Denis, aparat kembali menangkap tiga lainnya yang diduga terlibat serangan Paris.

Sehari sebelumnya, Selasa (17/11), maskapai Air France bernomor penerbangan AF065 dari Los Angeles dan penerbangan AF055 dari Washington, AS, yang keduanya menuju Paris, Prancis, dialihkan setelah mendapat ancaman teror melalui sambungan telepon.

Sebagai pencegahan, Air France dilaporkan menerapkan regulasi keamanan dan memutuskan mendaratkan kedua pesawat.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya