Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PESAWAT-Pesawat tempur Prancis, kemarin, tidak berhenti membombardir wilayah Raqqa, kota yang diklaim sebagai ibu kota Suriah oleh Islamic State (IS). Serangan dilakukan sebagai balas dendam kepada IS yang telah melakukan pembunuhan massal di beberapa wilayah Paris, Jumat (13/11).
"Untuk kedua kalinya, dalam 24 jam terakhir, kami melakukan serangan udara ke wilayah IS di Raqqa," ujar Kementerian Pertahanan Prancis dalam sebuah pernyataan.
Sepuluh pesawat tempur jenis Rafale dan Mirage 2000 memulai serangan kedua pada pukul 00.30 GMT (07.30 WIB) dengan menjatuhkan 16 bom. "Semua target hancur bersamaan," lanjut pernyataan kementerian.
Serangan itu merupakan serangan lanjutan yang dikerahkan Prancis sejak Minggu di kota yang sama.
Menteri Luar Negeri AS John Kerry mendarat di Paris, Senin (16/11), sebagai ungkapan solidaritas secara langsung terhadap peristiwa menyedihkan yang menewaskan 129 orang itu.
Di depan Kedutaan Besar AS di Paris, Kerry bertekad mengalahkan terorisme. "AS dan Prancis bukan hanya teman, kita keluarga," ujar Kerry. "Kita akan berperang untuk memastikan anak-anak kita hidup di dunia yang penuh kasih sayang tanpa rasa kebencian.
"Seusai bertemu Presiden Prancis Francois Hollande, kemarin, Kerry mengatakan transisi besar akan segera terjadi di Suriah. "Dalam pertemuan akhir pekan lalu, kami menemui kesepakatan bersama untuk mengakhiri perang di sana," papar Kerry.
Hal itu, lanjut Kerry, diyakini akan mampu memengaruhi kekuatan IS. Di dalam negeri AS, hampir separuh negara bagian menolak pengungsi asal Suriah masuk ke wilayah mereka. "Saya akan melakukan semua upaya yang mungkin dilakukan untuk menghentikan masuknya pengungsi Suriah ke Mississippi," ujar Gubernur Mississippi Phil Bryant.
Hal serupa diungkapkan Gubernur Louisiana Bobby Jindal. Kandidat calon presiden AS itu meminta agar proses penerimaan 10 ribu pengungsi Suriah, sebagaimana diungkapkan Presiden Barack Obama September silam, dihentikan.
Saat menanggapi banyaknya wilayah yang tidak menerima pengungsi Suriah, Perserikatan Bangsa-Bangsa meminta negara-negara yang telah menerapkan kebijakan imigran tidak mengubah pikiran mereka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved