KECELAKAAN kereta Prancis berkecepatan tinggi atau Train a Grande Vitesse (TGV) yang tengah melakukan uji coba menimbulkan pertanyaan seiring ditemukannya anak-anak yang juga menumpangi kereta nahas tersebut. "Ada beberapa anak-anak di dalamnya. Mereka mengalami cedera," ujar juru bicara perusahaan kereta api Prancis, SNCF. Ia mengatakan, penyelidikan akan dilakukan untuk mengetahui jumlah penumpang yang seharusnya berada di kereta tersebut. "Dan berapa yang seharusnya tidak ada di sana." Secara resmi, tercatat 49 teknisi dan awak kereta yang ditugasi melakukan tes uji coba TGV generasi terbaru itu.
Namun, para peneliti masih menyelidiki kemungkinan adanya penumpang lain yang tidak terdaftar di atas kereta cepat tersebut. Penyelidikan, ujar kepala SNCF Guillaume Pepy, akan menggali informasi siapa yang naik bersama dengan tim uji tanpa tercatat dan atas alasan apa mereka diizinkan naik kereta itu. "SNCF tidak menyetujui praktik ini," tegas Pepy. Kendati demikian, Pepy mengatakan, pihaknya akan bertanggung jawab atas semua korban, baik awak ataupun tamu undangan, tercatat ataupun tidak tercatat.
Kecelakaan terjadi ketika TGV sedang melakukan perjalanan uji coba di Eckwersheim, rute yang termasuk jalur baru Paris-Strasbourg. Kereta nahas itu keluar dari rel dan terbakar sebelum terjatuh ke sebuah sungai di Strasbourg yang memiliki kedalaman 40 meter dengan sebagian badan kereta berada di bawah sungai dan sebagian lainnya di daratan. Sebanyak 10 orang dipastikan tewas dalam insiden itu.