Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Belgia Rilis Surat Penangkapan

Andhika Prasetyo
17/11/2015 00:00
Belgia Rilis Surat Penangkapan
Charles Michel, Perdana Menteri Belgia(AFP/THIERRY CHARLIER)

PEMERINTAH Belgia mengeluarkan surat perintah penahanan internasional kepada Salah Abdeslam, seorang yang diduga kuat ikut ambil bagian dalam serangan teror di Paris, Prancis.

Kejaksaan Belgia mengatakan Abdeslam melakukan serangan ditemani dua saudara laki-lakinya.

"Saudara keduanya, Mohammed Abdeslam, sudah ditahan ketika kembali dari Paris," ujar pejabat kejaksaan, kemarin.

Satu saudara lainnya, Brahim Abdeslam, tewas setelah meledakkan diri di sebuah kafe di Boulevard Voltaire, Paris.

Brahim juga diyakini sebagai dalang di balik serangan yang menewaskan 129 orang itu.

Nama Brahim Abdeslam beberapa kali muncul dalam catatan kepolisian. Ia diyakini terlibat dalam beberapa kasus kriminal di Belgia bersama milisi terkemuka Abdelhamid Abaaoud.

"Penyelidik melihat adanya hubungan antara Brahim dan serangan Verviers, sebuah wilayah di timur Belgia, tempat polisi menembak mati dua milisi pada Januari silam," ujar penyelidik seperti dilansir surat kabar Belgia, De Standaard.

Pihak berwenang Belgia juga telah menahan tujuh orang, termasuk saudara Abdeslam, untuk dimintai keterangan perihal kaitan mereka dengan serangan bersenjata dan bom bunuh diri di ibu kota Prancis itu.

Dari penyelidikan itu terungkap bahwa salah satu pelaku penyerangan yang tewas dan lima orang yang ditahan telah tinggal cukup lama di wilayah kumuh imigran, Molenbeek, Belgia.

"Molenbeek selama dua dekade terakhir telah dijadikan sebagai pondok oleh kelompok ekstremis yang berjuang dan mendukung perang di Aljazair, Afghanistan, dan Bosnia serta di Suriah juga Irak," ujar Kepala Eksekutif Strategi Intelijen dan Pusat Keamanan Eropa, Claude Moniquet.

Radikal

Di lain sisi, PM Belgia Charles Michel mengatakan beberapa upaya telah dilakukan untuk menghancurkan kelompok radikal di negaranya.

"Banyak inisiatif telah dilakukan, tetapi tindakan yang lebih besar harus dilancarkan," ujar Michel.

Adapun penyelidikan yang dilakukan di Yunani terkait dengan paspor Suriah yang ditemukan di dekat salah satu jasad pelaku penyerangan mengungkapkan paspor tersebut milik seorang bernama Ahmad Al Mohammad.

"Ia datang melalui rute negara-negara Balkan dan diregistrasi di Pulau Leros (Yunani) pada 3 Oktober," ujar Menteri Dalam Negeri untuk Imigrasi Yunani Yiannis Mouzalas.

Ia menambahkan, pria 25 tahun itu lantas meninggalkan Yunani dan kembali tercatat di Kroasia, akhir Oktober.

Dibenarkan, Al Mohammad telah tercatat dalam registrasi imigran.

Di Prancis, sejak insiden penyerangan, hingga kemarin, polisi memburu 170 orang yang diduga terlibat dalam aksi yang merenggut 129 nyawa.

"Sebanyak 23 orang kami tahan. Seratus lainnya menjadi tahanan rumah, 31 senjata diamankan," ujar Mendagri Prancis Bernard Cazeneuve.

Di Bandung, bendera Prancis setengah tiang dikibarkan di halaman Institut Prancis Indonesia, Jalan Purnawarman, kemarin.

Pengibaran ini bentuk penghormatan atas hari berkabung pascaserangan Paris.

Direktur Institut Prancis Indonesia Melani Martini mengatakan dampak dari kejadian Paris, Kedubes Prancis memerintahkan hari berkabung.

(AFP/Pra/AM/X-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya