Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Eropa Siaga Pascatragedi Paris

Haufan Hasyim Salengke
15/11/2015 00:00
Eropa Siaga Pascatragedi Paris
()
RENTETAN serangan di enam lokasi berbeda di Kota Paris, Prancis, Jumat (13/11) malam, yang menewaskan lebih dari 120 orang menyebabkan Eropa dalam keadaan siaga tinggi.

Para pemimpin di Benua Biru tersebut memandang perlu meningkatkan koordinasi dari yang telah berjalan selama ini untuk memerangi terorisme.

Presiden Prancis, Francois Hollande, menyebut serangan yang menghantam negaranya sebagai aksi perang oleh milisi. Prancis akan mengejar pelaku di balik serangan. Hollande juga memastikan negaranya tidak akan menghentikan aksi internasional melawan terorisme dan tidak terintimidasi oleh serangan teroris.

Pascaserangan, Hollande menghubungi pemimpin Eropa dan dunia seperti Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, PM Italia Matteo Renzi, PM Spanyol Mariano Rajoy, dan Raja Maroko Mohammed VI untuk meminta dukungan.

Serangan teroris menyasar enam lokasi di Paris, di antaranya Gedung Teater Bataclan, restoran Kamboja Le Petit Cambodge, bar, dan Stadion Stade de France pada pukul 21.20 waktu setempat. Hingga berita ini diturunkan, jumlah korban yang tewas mencapai 128 orang dan ratusan terluka (lihat grafik).

Banyak tempat umum di Paris ditutup setelah serangan mematikan tersebut. Transportasi ke Paris dari Inggris pun terdampak dengan banyaknya penundaan dan orang menangguhkan untuk bepergian.

Kepolisian Prancis menyatakan akan memperkuat personel keamanan di sejumlah pelabuhan dan menyebar lebih banyak petugas ke tempat-tempat publik.

PM Inggris David Cameron, yang mengaku shocked dengan serangan di Paris, menggambarkan serangan tersebut sebagai aksi kekerasan paling buruk di Prancis sejak Perang Dunia II dan serangan teroris terburuk di Eropa dalam satu dekade.

"Hati kami bersama masyarakat Prancis. Hari ini rakyat Inggris dan Prancis bersatu seperti yang kita lalui bersama dalam sejarah ketika diserang kejahatan. Kami akan melakukan apa pun untuk membantu," ungkap Cameron.

WNI diminta waspada
Presiden AS Barack Obama memimpin seruan global yang mengutuk gelombang serangan di Paris tersebut. AS, Inggris, Spanyol, India, dan Indonesia yang memiliki pengalaman serangan teroris masif dengan korban meninggal ratusan orang menjadi negara yang pertama menyuarakan kecaman mereka.

Saat dihubungi Media Indonesia, Dubes Indonesia untuk Prancis Hotmangaraja Pandjaitan mengatakan belum terkonfirmasi ada WNI menjadi korban. Hanya, ia meminta WNI yang sedang berada di Prancis waspada dan menghindari tempat-tempat keramaian yang berpotensi menjadi target teroris.

Seorang rapper Indonesia, Nova Ruth, yang tampil dalam Nemo Biennale Internationale des Arts Numeri ques, melukiskan suasana tegang pascaserangan. Personel grup Filastine ini baru manggung di Petit Bain, 3,2 km dari Teater Bataclan, ketika penonton konser band Eagles of Death Metal dihujani tembakan.

"Orang-orang panik berlarian. Korban tewas dan terluka ialah orang-orang biasa karena warga di sini biasa keluar untuk menikmati malam," ungkap Nova, putri gitaris Totok Tewel.

Kelompok Islamic State (IS) mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Dalam pernyataannya, IS mengatakan delapan anggota mereka melancarkan serangan dengan sabuk peledak dan senapan mesin. (AFP/CNN/BBC/X-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya