Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Konser Musik Berubah Kepanikan dan Duka

CNA/Daily Mail/Hym/I-3
15/11/2015 00:00
Konser Musik Berubah Kepanikan dan Duka
(AFP/ROCK&FOLK/MARION RUSZNIEWSKI)
HENTAKAN musik band metal asal Amerika Serikat (AS), Eagles of Death Metal, masih mengisi aula Gedung Bataclan Theatre di Kota Paris, Prancis, Jumat (13/11) malam waktu setempat. Para penonton menggoyangkan tubuh mengikuti alunan musik cadas.

Tiba-tiba, suasana berubah. Kegembiraan dan keriuhan berganti menjadi ketakutan dan kepanikan. Sekitar empat pria bersenjata AK-24 merangsek ke gedung konser yang berjarak kurang dari 200 meter dari kantor majalah satir Charlie Hebdo.

Kantor majalah satir Charlie Hebdo juga pernah menjadi sasaran aksi penyerangan kelompok teroris pada Januari lalu yang menewaskan 12 orang.

Hanya selang beberapa menit, sekelompok pria bersenjata yang tak diundang tersebut melepaskan tembakan ke arah kerumunan penonton. Satu per satu korban berjatuhan. Darah berhamburan dan membasahi lokasi konser.

Seorang saksi di lokasi konser, Anna, mengatakan kepada saluran berita Prancis BFM TV bahwa para penonton konser panik dan berteriak bersamaan dengan suara rentetan peluru dan ledakan.

Anna melihat beberapa tubuh penonton bertumbangan dan tergeletak tak berdaya. Ia mengaku saat itu belum menyadari apa yang sebenarnya sedang terjadi.

"Ada banyak orang di sini. Saya tidak tahu apa yang terjadi," ujar Anna yang tersedu-sedu di luar aula. Ia menambahkan, "Suasana begitu mengerikan. Ada beberapa tubuh di sana. Ini mengerikan."Saksi mata lainnya, Julien Pierce, juga melihat langsung tragedi penembakan di Bataclan Theatre.

"Saya melihat 20 sampai 25 mayat tergeletak di lantai dan orang terluka sangat parah, luka tembak," ungkap Pierce kepada stasiun radio Europe 1.

"Beberapa dari mereka tewas. Beberapa lainnya terluka sangat parah."

Sejumlah laporan mengatakan pelaku penyerangan menghujani para penonton dengan timah panas selama 10-15 menit di gedung Bataclan.

Setelah itu, tiga teroris yang mengenakan sabuk bom langsung meledakkan diri sekitar pukul 00.35 waktu setempat. Aksi bunuh diri terjadi saat polisi Prancis menyerbu gedung Bataclan dalam upaya membebaskan sandera.

Total delapan anggota kelompok teroris tewas dalam serangan itu di gedung Bataclan.

Wakil Wali Kota Paris Klugman mengungkapkan sekitar 118 orang tewas di Teater Bataclan dan ratusan lainnya terluka. Menurut laporan Daily Mail, empat polisi ikut tewas dalam serangan berdarah tersebut.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya