PARTAI tokoh prodemokrasi Aung San Suu Kyi, kemarin, berhasil meraih mayoritas suara dalam pemilu parlemen Myanmar.
Hal ini sekaligus menandai runtuhnya kekuasaan militer yang telah memerintah Negeri Emas tersebut selama beberapa dekade.
Kendati penghitungan suara belum sepenuhnya rampung, komisi pemilihan umum menyatakan Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Suu Kyi berhasil meraup 364 dari 664 kursi atau lebih dari 80% kursi yang diperebutkan di parlemen (lihat grafik).
"Kami siap membentuk pemerintahan baru yang kami impikan bertahun-tahun," kata juru bicara NLD Nyan Win.
Raihan suara NLD sudah melampaui syarat ketetapan dua per tiga untuk bisa memilih presiden.
Adapun seperempat kursi parlemen otomatis dipegang militer, yang berarti unsur junta di pemerintahan yang baru tetap akan berpengaruh.
Myanmar melaksanakan pemilu parlemen, Minggu (8/11), diikuti 30 juta pemegang suara dengan tingkat partisipasi 80%.
Selain dipuji kalangan di dalam negeri, jajak pendapat tersebut juga dinilai sebagai yang paling bebas dan jujur pertama dalam 25 tahun terakhir.
Sejauh ini Suu Kyi, 70, belum memberikan komentar berkaitan dengan hasil yang diraih NLD.
Pengumuman kemenangan sementara NLD tersebut bertepatan dengan ulang tahun kelima pembebasan peraih Hadiah Nobel Perdamaian itu dari tahanan rumah.
Di Yangon juga belum ada tanda-tanda perayaan kemenangan NLD setelah para tokoh partai menyerukan para simpatisan mereka untuk menahan diri, menghindari potensi reaksi negatif dari tentara yang masih sangat berkuasa.
Sekjen PBB Ban Ki-moon mengucapkan selamat kepada Suu Kyi untuk kemenangan partainya.
Ban juga memuji keberanian dan visi Presiden Thein Sein untuk kepemimpinan selama proses reformasi.
Presiden AS Barack Obama tidak ketinggalan mengucapkan selamat kepada Suu Kyi dan Presiden Sein dari Partai Solidaritas Persatuan dan Pembangunan (USDP).
Obama dikenal berperan penting dalam membantu transisi Myanmar dari pemerintahan otoriter menuju demokrasi.
Presiden Sein dan Kepala Angkatan Bersenjata Min Aung Hlaing secara terbuka mengakui kemenangan NLD.
Selain bersumpah mematuhi hasil pemilu, kedua tokoh berpengaruh itu juga akan membantu proses transisi kekuasaan.