Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Debat Capres Republik Panas

(AFP/BBC/Hym/I-3)
12/11/2015 00:00
Debat Capres Republik Panas
(AP/JEFFREY PHELPS)
PERSAINGAN antarkandidat calon presiden (capres) Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik yang bersaing menuju kursi Gedung Putih memasuki fase baru yang lebih substantif. Mereka bertemu dalam ajang debat calon presiden Partai Republik yang digelar di Milwaukee, Wisconsin, AS, Selasa (10/11) waktu setempat. Berbagai karakter dan gaya yang dimiliki delapan kandidat yang tampil di debat televisi itu memberi perubahan terhadap kontur persaingan para kandidat capres AS. Salah satu kandidat yang paling menyita perhatian sejak memutuskan maju sebagai calon Presiden AS ialah Donald Trump.

Trump kembali menegaskan tekad dan janjinya untuk mendeportasi sekitar 5 juta pekerja tidak berdokumen yang mayoritas berasal dari negara tetangga, Meksiko. Rencana kontroversial Trump itu dikritik oleh para pesaingnya, termasuk Jeb Bush. Bush memperingatkan sentimen antiimigran yang terlalu kuat akan menjadi amunisi bagi para kandidat capres dari Partai Demokrat. "Kami akan membangun sebuah dinding. Dinding akan dibangun. Dinding akan berhasil (menyelesaikan persoalan penyelundupan migran)," kata Trump, taipan realestat, yang masih unggul dalam jajak pendapat.

Kendati mendapat kritik, Trump masih memiliki tingkat popularitas bagus. Ia mengusulkan tembok yang akan dibangun berada di daerah perbatasan selatan AS-Meksiko. Saat ditanya moderator apakah Trump akan mendeportasi 5 juta imigran. Trump menjawab, "Anda harus mengirim mereka (para imigran) keluar." Namun, Trump menolak menjelaskan dampaknya jika deportasi para imigran secara besar-besar dilakukan. "Kami merupakan sebuah negara hukum. Bukan soal kami memiliki sebuah negara atau tidak memiliki sebuah negara," jawab Trump yang tidak menjelaskan dampak dari deportasi para imigran.

Dalam ajang debat itu, pernyataan Trump diserang pesaingnya, Jeb Bush dan John Kasich. Jeb Bush, anak mantan Presiden George HW Bush, menegaskan bahwa pedeportasian setengah juta imigran saja merupakan suatu langkah yang tidak mungkin. "Kebijakan itu tidak merangkul nilai-nilai Amerika, dan itu akan mengobrak-abrik komunitas, dan akan mengirim sinyal bahwa kita bukan sebuah negara yang dikenal sebagai Amerika," kata Bush yang juga mantan Gubernur Florida itu. Masalah lain yang memicu gesekan dalam debat di Milwaukee ialah menyangkut kebijakan luar negeri. Delapan kandidat berbeda pendapat menyangkut apakah AS harus berbuat lebih banyak untuk campur tangan di Timur Tengah, terutama dalam melawan kelompok teroris Islamic State (IS).



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya