Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Hitung Cepat Ungkap Partai Suu Kyi Menang

AFP/Pra/X-5
10/11/2015 00:00
Hitung Cepat Ungkap Partai Suu Kyi Menang
Ribuan pendukung pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi berkumpul di kantor pusat Partai National League for Democracy (NLD) sambil menunggu penghitungan suara di Yangon, kemarin.(AFP/ROMEO GACAD)

PARTAI National League for Democracy (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi, berdasarkan penghitungan cepat tidak resmi, memenangi pemilihan umum.

"Kami sudah berada di jalur yang tepat untuk memenangi lebih dari 70% kursi di seluruh negeri," ujar juru bicara NLD, Win Htein, kemarin.

Menurut Htein, hasil itu sudah lebih dari cukup untuk memenangkan partai oposisi mengingat pihaknya hanya butuh 67% kursi guna mengukuhkan kekuasaan. Meski demikian, NLD belum mendeklarasikan kemenangan. Mereka masih menunggu hasil dari otoritas pemilu yang diharapkan merilis hasil resmi.

"Masih belum waktunya kita merayakan kemenangan," ujar Suu Kyi kepada para pendukungnya dari balkon markas partai NLD di Yangon, Myanmar.

"Namun, saya yakin masyarakat sudah tahu bagaimana hasilnya walaupun saya tidak mengungkapkannya."

Warga pendukung Suu Kyi terus menyerukan dukungan dengan memenuhi jalan-jalan utama kota. Mereka juga berkumpul di depan markas besar NLD menyaksikan perkembangan hasil pemilihan melalui layar raksasa.

"Saya tidak ragu akan hasil akhir. Semuanya kini telah berubah," ujar Yee Yee, penjual rempah-rempah, pendukung Suu Kyi.

Thuzar, pemilik toko telepon yang juga pendukung Suu Kyi, mengatakan masyarakat Myanmar telah menanti hasil tersebut selama bertahun-tahun.

Komisi Pemilihan Umum Myanmar menyatakan angka sementara akan dirilis pada hari ini. Adapun hasil menyeluruh dari seluruh negeri akan diumumkan dalam 10 hari ke depan.

Ketua partai yang tengah berkuasa Union Solidarity and Deve-lopment Party, Htay Oo, pun mengakui bahwa partainya kehilangan banyak suara dalam pemilu kali ini.

"Bagaimanapun, ini pilihan rakyat," ujar pria 65 tahun itu seperti dikutip The Guardian.

Akan tetapi, bila NLD memenangi pemilu, Suu Kyi tetap tidak bisa menjadi presiden.

Berdasarkan UU yang telah diamendemen, warga Myanmar yang memiliki keluarga berstatus warga negara asing tidak boleh menjadi presiden.

Mendiang suami Suu Kyi, Michael Aris, ialah warga negara Inggris. Begitu pula kedua putranya.

Pada bagian lain, Indonesia menyambut baik proses demokrasi yang dilaksanakan di 'Negeri Tanah Emas'.

"Dari laporan yang kami terima, partisipasi cukup besar, cukup tinggi. Itu menunjukkan semangat reformasi yang baik, tidak hanya dari pemerintah, tapi juga dari masyarakat Myanmar," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, kemarin.

Indonesia berharap hasil pemilu di Myanmar dapat diterima semua pihak dan menjadi dasar untuk reformasi dan rekonsiliasi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya