Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
RANGKAIAN insiden yang menimpa pasukan penjaga perdamaian PBB di Libanon selatan terus berlanjut. Dalam kejadian terbaru pada Jumat (3/4) waktu setempat, sebuah ledakan melukai tiga personel, dua di antaranya dalam kondisi serius.
Juru bicara Pasukan Sementara PBB di Libanon (UNIFIL), Kandice Ardiel, menyatakan ledakan terjadi di dalam salah satu posisi pasukan.
“Sebuah ledakan di dalam posisi UNIFIL melukai tiga penjaga perdamaian, dua di antaranya serius. Mereka saat ini sedang dievakuasi ke rumah sakit. Kami belum mengetahui asal ledakan tersebut,” ujarnya dilaporkan Middle East Monitor.
Insiden ini menjadi yang ketiga dalam sepekan terakhir menandakan situasi keamanan di wilayah selatan Libanon kian memburuk.
Pasukan penjaga perdamaian memang ditempatkan di area yang kini berada dekat dengan zona operasi militer Israel.
Sebelumnya, seorang personel UNIFIL asal Indonesia gugur pada Minggu setelah sebuah proyektil meledak di posisi pasukan dekat Adchit al Qusayr.
Sehari berselang, ledakan menghantam kendaraan pasukan dan turut mengugurkqn dua prajurit asal Indonesia.
Sumber keamanan PBB menyebut serangan pada insiden pertama kemungkinan berasal dari tembakan Israel. Adapun ledakan mematikan keesokan harinya diduga dipicu ranjau. (Dhk/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved