Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Bakteri Dapat Hidup di Stasiun Angkasa Luar

(CNN/Antara/Puslitbangnak/Grt/Zic/L-2)
07/11/2015 00:00
Bakteri Dapat Hidup di Stasiun Angkasa Luar
(NASA)
BAKTERI patogen yang sangat berkaitan dengan radang atau iritasi kulit ditemukan hidup di Stasiun Angkasa Luar (International Space Station/ISS). Badan antariksa AS, NASA, menyebutkan penemuan mengejutkan itu dalam jurnal Microbiome edisi terkahir bulan ini (Oktober). "Di mana ada manusia, di sana ada bakteri, di ruang angkasa sekalipun," kata NASA. Padahal, selama ini sebagian orang berpendapat gravitasi yang sangat rendah tidak mendukung kelangsungan hidup bakteri secara umum. Meski ada sebagian spesies yang bisa bertahan hidup, mungkin menjadi lebih ganas.

Tim peneliti membandingkan sampel dari satu filter udara dan satu kantong vakum dari stasiun antariksa dengan debu yang diambil dari ruang yang sangat bersih. Hasilnya, mereka menemukan bakteri yang berkaitan dengan kulit manusia, yaitu actinobacteria. Ternyata bakteri tersebut menjadi bagian terbesar dari komunitas mikroba di stasiun antariksa di ruangan yang bersih itu. Para peneliti tidak menangani bahaya dari patogen itu atau risiko infeksi kulit pada astronaut. Mereka mempelajari dan mengidentifikasi spesies yang berpotensi merusak peralatan atau menimbulkan bahaya bagi kesehatan astronaut secara umum. Mereka juga mengidentifikasi tempat-tempat yang memerlukan pembersihan dengan lebih teliti.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya