Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Korea Selatan Anggap Indonesia Mitra Istimewa

M Ilham Ramadhan Avisena
01/4/2026 16:29
Korea Selatan Anggap Indonesia Mitra Istimewa
Presiden Prabowo (kiri) dan Presiden Korsel Lee Jae Myung (kanan)(Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.)

PRESIDEN Korea Selatan Lee Jae Myung menyatakan, posisi Indonesia sebagai mitra yang memiliki status paling tinggi dalam hubungan luar negeri negaranya. Pernyataan itu disampaikan saat menerima Prabowo Subianto di Cheong Wa Dae, Rabu (1/4).

Dalam pertemuan tersebut, Lee mendorong agar hubungan bilateral kedua negara ditingkatkan menjadi kemitraan strategis komprehensif khusus level kerja sama yang disebutnya tidak dimiliki Korea Selatan dengan negara lain.

Ia mengingatkan, komitmen peningkatan hubungan sebenarnya telah disepakati dalam pertemuan sebelumnya. Namun, kunjungan kali ini dinilai menjadi momentum untuk mewujudkannya secara konkret.

"Dalam pertemuan terakhir kita, kita berkomitmen untuk meningkatkan hubungan bilateral ke tingkat tertinggi. Pada kesempatan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Korea ini, menjadi sangat bermakna bahwa kita akan meraih hasil bersejarah dengan meningkatkan hubungan bilateral kita menjadi kemitraan strategis komprehensif khusus, dan Republik Korea hanya memiliki satu hubungan seperti ini dengan negara mana pun di dunia," imbuh Lee.

Lebih jauh, Lee menilai hubungan kedua negara bukan sekadar formalitas diplomatik, melainkan kemitraan yang saling melengkapi. Indonesia disebut memiliki peran penting dalam investasi dan pengembangan industri Korea Selatan, termasuk di sektor strategis.

"Indonesia merupakan tujuan pertama investasi perusahaan Korea dan mitra berharga yang telah membantu terwujudnya industri pertahanan Korea. Selain itu, kendaraan listrik pertama Indonesia juga diproduksi bersama perusahaan Korea," kata Lee.

Ia juga menyoroti panjangnya hubungan diplomatik yang telah terjalin lebih dari setengah abad. Dalam periode tersebut, kedua negara dinilai tumbuh sebagai mitra yang saling mendukung di tengah berbagai perubahan global.

"Selama lebih dari 50 tahun sejak terjalinnya hubungan diplomatik, kita telah menjadi sahabat yang saling percaya dan mitra yang berharga dalam perjalanan bersama, saling membimbing dan mendukung berdasarkan kekuatan, kebijaksanaan, dan kepercayaan masing-masing. Di tengah ketidakpastian global dan berbagai tantangan, Korea dan Indonesia merupakan berkah bagi satu sama lain," tutur Lee. (Iam/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya