Headline

Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.

Skenario Politik Israel jika PM Benjamin Netanyahu Tewas akibat Serangan Iran

mediaindonesia.com
16/3/2026 15:02
Skenario Politik Israel jika PM Benjamin Netanyahu Tewas akibat Serangan Iran
PM Israel Benjamin Netanyahu.(Tangkapan layar)

Analisis Konstitusional: Prosedur Suksesi Jika Perdana Menteri Israel Tewas dalam Tugas

Kematian seorang kepala pemerintahan di tengah situasi perang merupakan skenario darurat tertinggi bagi sebuah negara. Di Israel, prosedur ini diatur secara ketat dalam Basic Law: The Government untuk mencegah kekosongan kekuasaan (power vacuum). Sebelumnya, klaim menyebut PM Israel Benjamin Netanyahu tewas oleh serangan rudal Iran terus bermunculan di media sosial.

Prosedur Suksesi Berdasarkan Basic Law

Berbeda dengan sistem presidensial, Israel tidak memiliki posisi Wakil Presiden. Jika Perdana Menteri (PM) tewas, langkah-langkah hukum yang diambil adalah sebagai berikut:

  • Penunjukan Pejabat Sementara: Kabinet harus segera melakukan pemungutan suara untuk menunjuk seorang menteri yang juga anggota Knesset menjadi Acting Prime Minister.
  • Status Pemerintahan: Secara otomatis, pemerintahan dianggap telah mengundurkan diri. Kabinet yang ada tetap menjalankan fungsi sebagai pemerintahan transisi hingga pemerintahan baru dilantik.
  • Peran Presiden: Presiden Israel akan berkonsultasi dengan pemimpin partai di Knesset untuk menunjuk kandidat yang memiliki peluang terbaik membentuk koalisi baru dalam waktu 14 hingga 28 hari.
Catatan Sejarah: Prosedur ini pernah dijalankan saat pembunuhan PM Yitzhak Rabin pada 1995, di mana Shimon Peres segera ditunjuk sebagai pejabat sementara untuk menjaga stabilitas nasional.

Dampak Geopolitik dan Keamanan Regional

Benjamin Netanyahu telah menjadi arsitek kebijakan keamanan Israel selama lebih dari satu dekade. Ketidakhadirannya secara tiba-tiba akan membawa dampak luas:

1. Eskalasi Militer yang Tak Terhindarkan

Jika kematian disebabkan oleh serangan rudal musuh, Israel kemungkinan besar akan meluncurkan operasi militer skala besar sebagai bentuk retribusi. Doktrin keamanan Israel menekankan bahwa serangan terhadap simbol kedaulatan harus dibalas dengan kekuatan yang berlipat ganda.

2. Fragmentasi Politik Internal

Tanpa figur sentral seperti Netanyahu, Partai Likud berisiko mengalami perpecahan internal. Hal ini dapat mengubah peta koalisi di Knesset, membuka peluang bagi kelompok oposisi moderat untuk mengambil alih kepemimpinan, atau justru memicu kebangkitan kelompok sayap kanan yang lebih radikal.

3. Stabilitas Pasar Global

Ketidakpastian di Yerusalem akan langsung berdampak pada pasar energi global. Ketegangan di Selat Hormuz dan wilayah produsen minyak lainnya biasanya meningkat seiring dengan ketidakpastian politik di Israel.

FAQ: Pertanyaan Umum

Apakah Israel akan langsung mengadakan Pemilu?
Tidak selalu. Jika koalisi yang ada mampu menyepakati pemimpin baru di bawah mandat Presiden, pemerintahan baru bisa terbentuk tanpa pemilu. Pemilu hanya digelar jika tidak ada anggota Knesset yang mampu membentuk koalisi mayoritas.

Siapa yang memegang kendali nuklir Israel dalam masa transisi?
Keputusan strategis mengenai pertahanan tingkat tinggi tetap berada di bawah wewenang Security Cabinet (Kabinet Keamanan) yang dipimpin oleh Pejabat Sementara PM bersama Menteri Pertahanan dan Kepala Staf IDF.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya