Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Dubes AS Mike Waltz Sebut Pengeboman Sekolah di Iran Kesalahan Tragis

Media Indonesia
09/3/2026 15:25
Dubes AS Mike Waltz Sebut Pengeboman Sekolah di Iran Kesalahan Tragis
Serangan Iran ke Teluk.(Al Jazeera)

DUTA Besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Mike Waltz, memberikan pernyataan resmi terkait insiden pengeboman mematikan yang menghancurkan sebuah sekolah dasar perempuan di wilayah Iran selatan. Waltz menggambarkan peristiwa tersebut sebagai kesalahan tragis yang dapat terjadi dalam dinamika operasi militer.

Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan global menyusul serangan udara gabungan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran pada akhir Februari 2026. Meskipun mengakui ada insiden fatal, Waltz menghindari penyebutan pihak secara spesifik yang harus bertanggung jawab atas peluncuran rudal tersebut.

"Amerika Serikat melakukan segala yang bisa untuk menghindari korban sipil. Namun terkadang, tentu saja, kesalahan tragis bisa terjadi," ujar Mike Waltz dalam wawancara dengan ABC News, Minggu (8/3/2026).

Respons terhadap Investigasi The New York Times

Waltz juga menanggapi hasil investigasi mendalam yang dilakukan oleh The New York Times. Laporan media asal AS tersebut menyebutkan bahwa Washington bertanggung jawab langsung atas serangan yang menghancurkan fasilitas pendidikan di Provinsi Hormozgan itu.

Menanggapi temuan tersebut, Waltz tidak memberikan bantahan eksplisit. Namun ia memilih bersikap diplomatis. Ia menyatakan akan menyerahkan sepenuhnya proses pembuktian dan penentuan tanggung jawab kepada tim penyelidik yang sedang bekerja.

Insiden itu menimpa sekolah dasar putri yang terletak di Minab, Iran selatan. Serangan rudal tersebut terjadi tepat pada hari pertama operasi militer gabungan AS-Israel ke Iran, yakni pada 28 Februari 2026.

Data Korban dan Kontradiksi Pernyataan Trump

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melaporkan dampak yang sangat memilukan dari serangan tersebut. Berdasarkan data resmi Teheran, sebanyak 171 siswi sekolah dasar tersebut dinyatakan wafat. Iran menuduh serangan ini merupakan tindakan yang dilakukan oleh aliansi AS dan Israel.

Namun, narasi dari diplomat AS di PBB itu tampak berseberangan dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh Presiden AS Donald Trump. Pada Sabtu (7/3/2026), Trump justru melemparkan tuduhan balik kepada Teheran.

Presiden Trump mengeklaim bahwa berdasarkan pantauan yang ia lakukan, ledakan di sekolah dasar perempuan tersebut dilakukan oleh pihak Iran sendiri. Perbedaan pernyataan antara Dubes PBB dan Presiden AS ini memicu spekulasi mengenai kejelasan rantai komando dan informasi intelijen di internal pemerintahan Washington terkait konflik di Timur Tengah.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di Provinsi Hormozgan masih dilaporkan tegang. Komunitas internasional mendesak dilakukannya penyelidikan independen yang transparan atas tewasnya ratusan siswi tersebut. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya