Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Indonesia menyerukan deeskalasi dan dialog damai menyusul meningkatnya ketegangan bersenjata antara Pakistan dan Afghanistan. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) di kedua negara dalam kondisi aman di tengah eskalasi serangan lintas batas.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, menegaskan pentingnya deeskalasi dan dialog sebagai langkah awal meredakan ketegangan.
"Indonesia berharap kedua negara bisa menyelesaikan permasalahan secara damai, mengedepankan dialog dan deeskalasi," kata Nabyl dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (27/2).
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mencegah jatuhnya korban sipil di tengah situasi keamanan yang memburuk. Pemerintah juga terus mencermati keselamatan WNI yang berada di wilayah terdampak.
"Kita juga perlu memperhatikan keselamatan bagi para sipil, begitu pula dengan WNI yang berada di kedua negara," sebutnya.
Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, memastikan seluruh WNI di Afghanistan dan Pakistan dalam kondisi aman meski sempat terjadi kontak senjata di sejumlah wilayah.
Ia menyebut serangan militer Pakistan yang dilaporkan mengarah ke Kabul tidak berdampak terhadap WNI.
"Seluruh WNI di Afghanistan dilaporkan dalam kondisi aman," ujarnya.
Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kabul telah mengeluarkan imbauan kepada para WNI untuk meningkatkan kewaspadaan, membatasi aktivitas di luar tempat tinggal, menghindari kawasan pemerintahan dan pusat keramaian, serta menjaga komunikasi intensif dengan pihak kedutaan.
Berdasarkan data Kemlu, jumlah WNI di Afghanistan tercatat 43 orang, dengan 15 di antaranya merupakan keluarga besar KBRI Kabul.
Di tengah situasi tersebut, dilaporkan Pakistan melancarkan serangan udara ke Provinsi Nangarhar dan Paktika. Otoritas Afghanistan menyatakan serangan itu menyebabkan korban tewas dan luka dari kalangan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.
Sebagai respons, pada Kamis (26/2) malam waktu setempat, Afghanistan mengumumkan dimulainya operasi militer berskala besar terhadap pasukan Pakistan di sepanjang perbatasan.
Perkembangan ini menambah ketegangan di kawasan dan memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik apabila kedua pihak tidak segera menahan diri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved