Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Pakistan Afghanistan Saling Serang: Kabul Dibombardir, PBB Desak Diplomasi

Media Indonesia
27/2/2026 15:03
Pakistan Afghanistan Saling Serang: Kabul Dibombardir, PBB Desak Diplomasi
Taliban.(Al Jazeera)

KETEGANGAN militer antara Pakistan dan Afghanistan meningkat tajam setelah Pakistan melancarkan serangan udara ke Kabul serta dua provinsi lainnya, Paktia dan Kandahar, pada Jumat (27/2) pagi waktu setempat. Serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah pasukan Taliban melakukan operasi militer lintas batas ke wilayah Pakistan.

Juru bicara pemerintah Taliban, Zabihullah Mujahid, mengonfirmasi serangan udara tersebut. Ia mengeklaim tidak ada korban jiwa dalam serangan di ibu kota. Sebaliknya, Kementerian Pertahanan Afghanistan melaporkan delapan tentaranya tewas dalam bentrokan darat yang terjadi di sepanjang perbatasan.

Update Konflik Perbatasan 27 Februari 2026:

  • Pakistan membombardir target di Kabul, Paktia, dan Kandahar.
  • Afghanistan melancarkan operasi ofensif skala besar di perbatasan.
  • Tujuh pengungsi terluka akibat hantaman mortir di Nangarhar.
  • Garis Durand tetap menjadi titik panas sengketa kedua negara.

Islamabad Nyatakan Perang Terbuka

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyatakan bahwa angkatan bersenjata Pakistan memiliki kemampuan penuh untuk menghancurkan ambisi agresif apa pun. Senada dengan itu, Menteri Pertahanan Khawaja Asif memperingatkan ada konfrontasi habis-habisan.

"Kesabaran kami telah mencapai batasnya. Sekarang ini adalah perang terbuka antara kami dan Anda," tegas Khawaja Asif menanggapi serangan balasan dari pihak Afghanistan.

Hubungan kedua negara terus memburuk sejak bentrokan mematikan pada Oktober tahun lalu yang menewaskan lebih dari 70 orang. Pakistan menuduh Afghanistan menjadi tempat perlindungan bagi kelompok militan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) dan ISIS-K, tuduhan yang secara konsisten dibantah oleh Kabul.

Krisis Kemanusiaan di Garis Durand

Eskalasi terbaru ini memperparah kondisi kemanusiaan di wilayah perbatasan. Qureshi Badlun, seorang pejabat di provinsi Nangarhar, melaporkan bahwa sebuah peluru mortir menghantam kamp pengungsi di dekat perbatasan Torkham. Serangan tersebut melukai tujuh pengungsi, dengan satu perempuan dilaporkan dalam kondisi serius.

Misi PBB di Afghanistan (UNAMA) sebelumnya juga menyoroti jatuhnya korban sipil. Sedikitnya 13 warga sipil dilaporkan tewas dalam serangan udara Pakistan di Nangarhar dan Paktika pada akhir pekan lalu.

Desakan Diplomasi dari PBB

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, melalui juru bicaranya Stephane Dujarric, mendesak kedua pihak untuk segera menghentikan kekerasan. PBB meminta Pakistan dan Afghanistan untuk memprioritaskan keselamatan warga sipil dan kembali ke meja perundingan.

Upaya mediasi yang sebelumnya dilakukan oleh Qatar, Turki, dan Arab Saudi sejauh ini belum mampu menghasilkan kesepakatan damai yang permanen. Penutupan pintu perbatasan darat kini berdampak luas pada arus logistik dan bantuan kemanusiaan bagi ribuan warga yang terjebak di zona konflik. (AFP/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya