Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
SUASANA di Bandara Internasional Iloilo, Filipina, mendadak berubah menjadi kepanikan, Rabu (28/1). Seorang pria terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas oleh petugas kepolisian setelah diduga mencoba menyerang petugas menggunakan senjata tajam pasca pemeriksaan keamanan.
Insiden ini bermula sekitar pukul 16.45 waktu setempat saat pria tersebut menjalani pemeriksaan rutin sebelum memasuki area keberangkatan menuju Cebu. Petugas mendeteksi keberadaan sebilah pisau di dalam tas selempangnya. Namun, saat diminta menyerahkan senjata tersebut, pria yang diperkirakan berusia 40-50 tahun itu menolak.
Situasi memanas ketika personel kepolisian tiba di lokasi untuk membantu pengamanan. Alih-alih menyerah, pria tanpa identitas pendamping itu justru menghunuskan pisaunya dan mencoba menusuk petugas yang mengepungnya.
Dalam sebuah rekaman video yang beredar di media sosial, terdengar teriakan histeris para calon penumpang yang berlarian menyelamatkan diri saat pelaku mulai mengejar petugas dengan pisau terhunus. Tak lama kemudian, terdengar suara tembakan yang melumpuhkan pelaku.
Pihak berwenang menyatakan bahwa penembakan yang mengenai area bahu pelaku tersebut merupakan tindakan bela diri. Pelaku segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum dan Sanitarium Western Visayas sebelum akhirnya dipindahkan ke Western Visayas Medical Center di Kota Iloilo untuk perawatan lebih lanjut.
Otoritas Penerbangan Sipil Filipina (CAAP) memastikan operasional bandara kembali normal tak lama setelah kejadian. Namun, insiden ini memicu sorotan tajam terhadap kebijakan keamanan baru. Diketahui, pemeriksaan keamanan awal di pintu masuk keberangkatan baru saja dihapus pada kuartal terakhir tahun 2025 guna mempercepat pergerakan penumpang.
Menanggapi kejadian ini, Jenderal Polisi Jose Melencio C. Nartatez Jr., Kepala Kepolisian Nasional Filipina, langsung memerintahkan audit keamanan menyeluruh di seluruh bandara di Filipina.
"Kami sudah berkoordinasi erat dengan CAAP dan unit keamanan bandara lainnya. Kami sedang melihat di mana letak kelalaian yang terjadi dan bagaimana kami dapat lebih memperkuat prosedur pemeriksaan, terutama di bandara-bandara regional," ujar Nartatez Jr.
Ia juga membela tindakan anggotanya di lapangan yang dinilai telah sesuai prosedur untuk menetralkan ancaman.
"Kami ingin meyakinkan publik bahwa bandara kami aman. Petugas polisi bertindak untuk melumpuhkan ancaman segera dan melindungi nyawa. Kami tidak akan ragu untuk bertindak ketika ada bahaya nyata bagi publik, namun kami selalu mengikuti proses hukum dan aturan penggunaan kekuatan," tambahnya. (CNA/Z-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved