Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Trump Ambisi Caplok Greenland, Denmark Minta Hormati Kedaulatan

Ferdian Ananda Majni
23/12/2025 17:04
Trump Ambisi Caplok Greenland, Denmark Minta Hormati Kedaulatan
Peta dunia belahan bumi utara.(Earth3Dmap.com)

PEMERINTAH Denmark, pada Senin (22/12), memperingatkan Amerika Serikat (AS) agar menghormati kedaulatan negaranya setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjuk seorang utusan khusus untuk Greenland, wilayah otonom Denmark yang sebelumnya disebut Trump sebagai target potensial aneksasi.

 

Sejak kembali menjabat di Gedung Putih pada Januari 2025, Trump berulang kali menyatakan rencana Amerika Serikat mengambilalih Greenland demi kepentingan keamanan nasional. Ia bahkan menolak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan untuk menguasai pulau kaya sumber daya tersebut.

 

Pada Senin (22/12) pagi, Trump mengumumkan penunjukan Gubernur Louisiana Jeff Landry sebagai utusan khusus AS untuk Greenland. "Jeff memahami betapa pentingnya Greenland bagi Keamanan Nasional kita, dan akan sangat memajukan Kepentingan Negara kita untuk Keselamatan, Keamanan, dan Kelangsungan Hidup Sekutu kita, dan bahkan, Dunia," tulis Trump di platform Truth Social.

 

"Suatu kehormatan untuk melayani Anda dalam posisi sukarela ini untuk menjadikan Greenland bagian dari AS," tulis Landry merespons penunjukan itu secara terbuka melalui media sosial X.

 

Suara Warga Greenland

Greenland, yang berpenduduk sekitar 57.000 jiwa, selama ini memiliki aspirasi kemerdekaan dari Denmark. Namun, berdasarkan jajak pendapat pada Januari, mayoritas warga pulau tersebut tidak menginginkan menjadi bagian dari Amerika Serikat.

 

Pemerintah Denmark dan otoritas Greenland secara konsisten menegaskan bahwa pulau Arktik itu tidak untuk dijual dan bahwa masa depannya harus ditentukan oleh rakyat Greenland sendiri.

 

"Pengangkatan ini menegaskan minat Amerika yang berkelanjutan terhadap Greenland," kata Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen dalam pernyataan tertulis kepada AFP pada Senin (22/12). "Namun, kami menegaskan bahwa semua pihak, termasuk AS harus menunjukkan rasa hormat terhadap integritas teritorial Kerajaan Denmark," tambahnya.

 

Posisi Strategis Greenland dalam Lintasan Rudal AS-Rusia

Greenland memiliki posisi strategis di antara Amerika Utara dan Eropa, terutama di tengah meningkatnya persaingan geopolitik di kawasan Arktik antara Amerika Serikat, Tiongkok dan Rusia. Perubahan iklim yang membuka jalur pelayaran baru turut meningkatkan nilai strategis wilayah tersebut.

 

Letak geografis Greenland juga menjadikannya jalur terpendek bagi lintasan rudal antara Rusia dan Amerika Serikat. Pada Agustus lalu, Denmark sempat memanggil kuasa usaha AS setelah muncul laporan dugaan campur tangan Amerika di Greenland. Beberapa pejabat AS yang dekat dengan Trump terlihat berada di ibu kota Greenland, Nuuk, untuk memetakan dukungan dan penolakan terhadap gagasan mendekatkan pulau itu ke Washington.

 

Amerika Serikat sendiri telah membuka konsulat di Greenland sejak Juni 2020, menandai meningkatnya kepentingan strategis Washington di kawasan Arktik. (AFP/fer)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bintang Krisanti
Berita Lainnya