Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Telur Fabergé “Winter Egg” Terjual Rp519 Miliar, Pecahkan Rekor Lelang Sepanjang Masa

Thalatie K Yani
03/12/2025 07:35
Telur Fabergé “Winter Egg” Terjual Rp519 Miliar, Pecahkan Rekor Lelang Sepanjang Masa
Salah satu dari sedikit Telur Fabergé tersisa di tangan kolektor pribadi, “Winter Egg”, terjual £22,9 juta di lelang Christie’s London. (Christie’s)

SALAH satu Telur Fabergé terakhir yang masih dimiliki kolektor pribadi, “Winter Egg”, terjual £22,9 juta (sekitar Rp519 miliar) termasuk biaya, memecahkan rekor karya Fabergé termahal yang pernah dilelang. Telur ini dipesan Tsar Nicholas II pada 1913 sebagai hadiah Paskah untuk ibunya.

Penjualan berlangsung dalam waktu tiga menit melalui adu penawaran singkat di balai lelang Christie’s London. Harga tersebut sedikit melampaui estimasi pra-lelang sebesar £20 juta.

Nilai fantastis ini mencerminkan kelangkaan Telur Imperial buatan House of Fabergé. Dari total 50 telur yang pernah dibuat, tidak satu pun muncul di lelang selama lebih dari 23 tahun. “Winter Egg” termasuk hanya tujuh telur yang masih berada di tangan kolektor pribadi, sisanya hilang atau dimiliki museum dan institusi.

Dalam pernyataan email, Kepala Departemen Fabergé dan karya seni Rusia Christie’s, Margo Oganesian, mengatakan rekor tersebut “menegaskan kembali signifikansi abadi” serta “keunikan dan ke- brilliance-an karya yang dianggap sebagai salah satu ciptaan terbaik Fabergé, baik secara teknik maupun artistik.” Ia menyebut penjualan ini sebagai kesempatan langka bagi kolektor untuk memperoleh karya dengan tingkat kepentingan yang tak tertandingi.

Telur berpermata itu dibuat untuk Nicholas II dan pendahulunya Alexander III, yang mempersembahkannya sebagai hadiah Paskah bagi keluarga antara 1885 dan 1916. Setiap telur memerlukan waktu sekitar satu tahun untuk dirancang dan diproduksi.

Sebelum penjualan, Oganesian menggambarkan “Winter Egg” sebagai telur yang “paling spektakuler, paling inventif secara artistik, dan paling tidak biasa” di antara 50 telur Fabergé. “Sebagian besar berdasarkan gaya sejarah, Rokoko atau Neoklasik, tetapi Winter Egg adalah objek dengan gayanya sendiri,” ujarnya kepada CNN. “Desainnya abadi, sangat modern.”

Terbuat terutama dari batu kristal kuarsa bening, telur ini dirancang menyerupai bongkahan es bersalju. Bagian luarnya menampilkan motif kepingan salju dari platinum dan 4.500 berlian rose-cut. Di dalamnya terdapat “kejutan” khas Fabergé: keranjang kecil berisi bunga anemone kayu dari kuarsa putih, nefrit, dan garnet.

Desain ini merupakan karya seorang perajin perempuan, Alma Pihl, keponakan dari kepala perhiasan Fabergé, Albert Holmström. Menurut cerita, ia terinspirasi kristal es di jendela dekat meja kerjanya.

Telur tersebut melewati berbagai koleksi pribadi setelah pemerintahan Kekaisaran Rusia runtuh pada Revolusi 1917. Winter Egg kemudian dijual Bolshevik di akhir 1920-an atau awal 1930-an seharga £450 sebelum berpindah ke sejumlah koleksi Inggris. Telur ini sempat hilang dari publik hingga muncul kembali pada 1994 dan terjual 7,2 juta franc Swiss. Rekor itu kembali terpecahkan pada 2002 ketika Winter Egg terjual US$9,6 juta.

Lelang terbaru ini menjadi bagian dari penjualan koleksi sekitar 50 objek Fabergé lainnya dari seorang bangsawan yang tidak disebutkan identitasnya. Di antara lot lain, figur pelukis jalanan dari batu keras terjual £1,5 juta, sementara buku ilustrasi berisi lebih dari 1.000 karya Fabergé mencapai £508.000. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya