Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

WNI Diminta Waspada Banjir Hebat Malaysia

Irvan Sihombing
24/11/2025 21:16
WNI Diminta Waspada Banjir Hebat Malaysia
Anggota Satgas Pamtas RI bersama BPBD Sanggau dan polisi setempat mengevakuasi warga yang terdampak banjir di perbatasan Kalimantan Barat-Malaysia.(Antara/Satgas Pamtas RI)

HUJAN deras terus meningkat belakangan ini mengakibatkan banjir besar setidaknya di tujuh dari 13 negara bagian Malaysia. Kantor Berita Bernama, Senin (24/11/2025), melaporkan jumlah warga yang terdampak telah mencapai 10.922 orang.

Kelantan menjadi negara bagian terparah terkena dampak dengan jumlah korban mencapai 8.248 orang dari 3.022 keluarga. Sehari sebelumnya, Bernama menyebut jumlah yang berdampak ialah 5.463 jiwa dari 2.047 keluarga. Menurut portal Info Bencana JKM, para warga terdampak ditampung di 26 posko pengungsian di empat distrik yaitu Kota Bharu, Tumpat, Bachok, dan Pasir Puteh. 

Banjir juga terjadi di Perak. Empat kabupaten dilanda banjir hingga menyebabkan 900 orang dari 290 keluarga mengungsi. Di Perlis, yang berbatasan langsung Thailand, jumlah korban banjir meningkat menjadi 811 orang dari 243 keluarga. Di negara bagian ini lebih dari 200 warga Padang Besar mengungsi ke SK Titi Tinggi, SK Lubuk Sireh, dan SK Felda Mata Air.

Sementara itu, di Wilayah Kedah dan Terengganu, jumlah korban terdampak sebanyak 388 dan 282 orang. Sehari sebelumnya di Kedah, banjir memengaruhi 356 orang dari 106 keluarga. Jawatan kuasa Pengurusan Bencana Negeri (JPBN) menyebut seluruh warga yang terdampak banjir dari wilayah Kulim dievakuasi ke Masjid Al-Muhtadin Sungai Seluang, Surau Naga Lilit KEDA, dan SK Permatang Tok Dik.

Adapun di Penang, jumlah korban banjir tercatat sebanyak 242 jiwa dari 57 keluarga. Di Selangor, terdapat 51 korban terdampak yang berasal dari 14 keluarga.

KUALA LUMPUR BERSIAGA

Otoritas Malaysia disebut tengah bersiap mengantisipasi kemungkinan banjir melanda ibu kota, Kuala Lumpur, mengingat peristiwa banjir besar pernah terjadi pada 2021 silam. Apalagi, hujan dengan intensitas cukup tinggi terjadi di Kuala Lumpur dalam dua-tiga hari terakhir.

Persiapan menghadapi potensi banjir di Kuala Lumpur semakin dikebut karena debit air di Sungai Gombak dan Sungai Klang, juga mengalami peningkatan. Sungai Gombak dan Sungai Klang ialah dua sungai yang pertemuannya menjadi cikal bakal nama Kuala Lumpur.

Di sisi lain, Duta Besar RI untuk Malaysia, Dato' Indera Hermono, meminta masyarakat Indonesia yang terdampak banjir di Malaysia untuk segera menghubungi Kedutaan Besar RI (KBRI) maupun Konsulat Jenderal RI (KJRI) jika memerlukan bantuan.

Imbauan ini disampaikan Hermono menyusul banjir yang melanda sedikitnya tujuh negara bagian di Malaysia dalam beberapa hari terakhir. "Kami mohon apabila ada masyarakat Indonesia yang memerlukan bantuan dapat menghubungi KBRI," kata Dubes Hermono di Kuala Lumpur, Senin (24/11/2025).

Hermono menyebutkan bahwa Kelantan dan kawasan Pantai Timur Malaysia memang kerap dilanda banjir. Oleh karena itu, ia menyarankan agar warga Indonesia yang berada di wilayah-wilayah tersebut dapat saling berkomunikasi dan berkoordinasi. (Ant/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya