Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Louvre Tutup Galeri Campana karena Masalah Struktur di Tengah Sorotan Kasus Pencurian Perhiasan

Thalatie K Yani
18/11/2025 09:05
Louvre Tutup Galeri Campana karena Masalah Struktur di Tengah Sorotan Kasus Pencurian Perhiasan
Museum Louvre menutup Galeri Campana akibat dugaan kelemahan struktur bangunan. (Media Sosial X)

MUSEUM Louvre di Paris kembali menjadi sorotan setelah mengumumkan penutupan salah satu galerinya akibat dugaan kelemahan struktur bangunan. Galeri Campana, yang terdiri dari sembilan ruangan berisi keramik Yunani, ditutup untuk sementara saat tim teknis memeriksa kondisi sejumlah balok yang menopang lantai.

Dalam pernyataan resmi, pihak museum menyebut masalah tersebut ditemukan pada kantor-kantor di lantai dua, tepat di atas Galeri Campana di sayap Sully. “Selama investigasi berlangsung, Galeri Campana akan ditutup untuk umum sebagai langkah pencegahan,” demikian bunyi pernyataan Louvre.

Pencurian Perhiasan

Pengumuman ini menambah perhatian negatif terhadap museum yang paling banyak dikunjungi di dunia tersebut, menyusul pencurian perhiasan bernilai tinggi bulan lalu. Dalam insiden itu, perhiasan senilai €88 juta hilang dari Galerie d’Apollon. Empat orang telah ditangkap, namun barang curian belum ditemukan.

Laporan terbaru dari Court of Auditors turut memicu kritik terhadap manajemen museum. Lembaga tersebut menilai pengelola Louvre lebih memprioritaskan pembelian karya seni baru dan penyelenggaraan pameran dibanding pemeliharaan dan keamanan bangunan. Berdasarkan audit tahun 2018–2024, museum menghabiskan €105,4 juta untuk pembelian karya seni dan €63,5 juta untuk area pameran. Sebaliknya, hanya €26,7 juta dialokasikan untuk pemeliharaan dan €59,5 juta untuk restorasi bangunan bersejarah tersebut.

Rincian penyelidikan pencurian juga menunjukkan betapa cepat dan terorganisirnya aksi itu dilakukan. Para pelaku tiba pukul 09.30 waktu setempat, tak lama setelah museum dibuka. Mereka menggunakan kendaraan curian yang dilengkapi alat pengangkat mekanis untuk mencapai balkon dekat Sungai Seine guna masuk ke ruang pameran. Dengan alat pemotong cakram, mereka membuka kotak-kotak kaca dan berhasil melarikan diri hanya dalam empat menit. Satu mahkota terjatuh saat pelarian, sementara tujuh perhiasan lainnya masih hilang.

Jaksa yang menangani kasus tersebut mengatakan para tersangka bukan bagian dari kelompok kriminal profesional, melainkan pelaku kejahatan kecil. Ia tetap berharap barang-barang itu dapat ditemukan utuh, meski ada kekhawatiran perhiasan tersebut telah dibawa keluar Prancis.

Sejak kejadian itu, pemerintah meningkatkan pengamanan di berbagai institusi budaya. Louvre bahkan memindahkan beberapa koleksi perhiasan paling berharganya ke Bank of France. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya