Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Proyek Raksasa Runtuh, Ini Penyebab dan Kronologi Jembatan Hongqi di Tiongkok

Ferdian Ananda Majni
13/11/2025 13:26
Proyek Raksasa Runtuh, Ini Penyebab dan Kronologi Jembatan Hongqi di Tiongkok
Ilustrasi(Dok Anadolu Agency)

SEBUAH jembatan baru di Provinsi Sichuan, Tiongkok, bernama Jembatan Hongqi, dilaporkan ambruk sebagian pada Selasa, (11/11), sekitar pukul 16.00 waktu setempat. Peristiwa ini terekam dalam video yang viral di media sosial Tiongkok dan memicu perbincangan luas di kalangan warganet.

Dalam video tersebut, bagian kanan jembatan terlihat runtuh dan menyeret struktur di sekitarnya sebelum jatuh ke dasar lembah. Potongan beton yang jatuh menimbulkan awan debu tebal di lereng pegunungan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Kronologi dan Dugaan Penyebab

Menurut laporan media Tiongkok yang dikutip Sky News, Kamis (13/11) Jembatan Hongqi baru saja selesai dibangun pada awal 2025 oleh kontraktor Sichuan Road & Bridge Group. Jembatan sepanjang 758 meter ini merupakan bagian penting dari jalan nasional yang menghubungkan Provinsi Sichuan dengan Tibet, melintasi daerah pegunungan yang dikenal rawan gempa dan tanah longsor.

Otoritas Kota Ma'erkang, di bawah Prefektur Aba, menyatakan bahwa retakan pertama kali terlihat pada Senin (10/11) di permukaan jalan dan lereng sekitar jembatan. Petugas kemudian menutup jalur tersebut setelah mendeteksi adanya pergeseran tanah yang mencurigakan.

Namun, sehari kemudian, lereng gunung di sisi kanan jembatan melemah, diduga akibat curah hujan tinggi atau pergerakan tanah alami, hingga akhirnya memicu longsor besar yang menyebabkan sebagian jembatan roboh.

Seorang pejabat setempat memastikan bahwa saat kejadian hanya terdapat satu truk di atas jembatan dan pengemudinya berhasil diselamatkan tanpa luka.

Pembangunan dan Investigasi

Jembatan Hongqi, yang dibuka untuk umum pada April 2025, dibangun dengan investasi sekitar 300 juta yuan (setara Rp660 miliar). Proyek ini merupakan bagian dari upaya Tiongkok memperkuat infrastruktur transportasi di wilayah barat yang berbukit dan terpencil.

Menurut biro transportasi Prefektur Aba, penyelidikan awal menunjukkan bahwa runtuhnya jembatan disebabkan oleh longsor gunung terdekat, bukan oleh cacat konstruksi.

"Indikasi awal mengarah pada pergerakan tanah yang tidak stabil di area pegunungan," tulis pernyataan resmi otoritas setempat.

Meski demikian, banyak netizen di platform sosial Tiongkok mempertanyakan apakah insiden tersebut bisa dicegah, mengingat wilayah Sichuan dikenal rawan bencana geologi sejak gempa dahsyat tahun 2008 yang menewaskan hampir 70.000 orang.

Saat ini, lalu lintas dialihkan melalui jalur alternatif, sementara tim ahli geoteknik sedang melakukan pemeriksaan struktur untuk menentukan penyebab pasti dan langkah perbaikan ke depan. (H-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya