Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
FORUM internasional Asia Pacific Dialogue for Palestine, Synergy of Research and Diplomacy menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara riset akademik dan diplomasi kemanusiaan di kawasan Asia Pasifik.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari DPR RI dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta melibatkan berbagai lembaga yang berkomitmen terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina. Palestine Research Center (PRC) menjadi salah satu bagian aktif dalam forum ini, berperan memperkuat jaringan peneliti dan diplomat yang memiliki perhatian terhadap isu Palestina di kawasan Asia Pasifik.
Turut membersamai dalam kegiatan ini, Wakaf Salman yang konsisten mendorong inisiatif kemanusiaan dan pendidikan untuk Palestina lalu organisasi kepemudaan dan intelektual seperti Pemuda ICMI, Sekolah Pemikiran Islam (SPI) dan MITI KM (Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia - Klaster Mahasiswa) dan PKU Gontor, serta sejumlah komunitas akademik dan sosial lain yang berkomitmen mendukung perjuangan rakyat Palestina. Suasana haru dan kebanggaan menggambarkan semangat bangsa Indonesia yang konsisten mendukung kemerdekaan dan keadilan bagi rakyat Palestina.
Penanggung jawab acara dari PRC, Lutfhie Maula Alfianto Selasa (11/11) menuturkan, bagaimana isu Palestina ini terus bisa didiskusikan, tidak hanya di platform media sosial, tetapi juga melalui forum-forum akademik. "Oleh karena itu, kami mencoba agar perjuangan Palestina tidak hanya bersifat fisik atau bantuan pendanaan semata, tetapi juga melalui pemikiran akademik," terangnya.
Sementara itu, Ryan Faisal, selaku Manager Program Wakaf Salman, menyampaikan, pihaknya mengajak masyarakat untuk terus mendukung Palestina dalam bentuk apa pun mulai dari donasi, doa, keistiqamahan dalam mengonsumsi produk bebas afiliasi, hingga mengadakan aksi setiap hari, bulan, dan tahun. Harapannya, langkah kecil ini dapat menginspirasi makin banyak riset tentang Palestina sehingga lahir ide-ide besar untuk recovery negeri Palestina.
"Forum ini diharapkan menjadi wadah yang berkelanjutan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor antara lembaga riset, parlemen, akademisi, dan masyarakat sipil dalam mengawal perjuangan kemerdekaan Palestina secara ilmiah, sistematis dan penuh solidaritas kemanusiaan," tuturnya.
Para perwakilan dari DPR RI, MUI dan PRC menegaskan pentingnya sinergi riset dan diplomasi sebagai kekuatan strategis dalam perjuangan Palestina. Melalui pendekatan ilmiah dan kolaborasi lintas negara, Indonesia diharapkan mampu memperkuat diplomasi kemanusiaan di kawasan Asia–Pasifik.
Untuk diketahui tahun ini, PRC menerima 120 abstrak, dengan 80 full paper terpilih dari 7 topik utama yang terbagi dalam lima ruang presentasi yakni;
Ruang A: Pendidikan (19 tim)
Ruang B: Kesehatan & Lingkungan (15 tim). Ruang C: Politik & Diplomasi (9 tim), Hukum Kemanusiaan (10 tim)
Ruang D: Budaya & Sosial (12 tim)
Ruang E: Teknologi & Infrastruktur (9 tim), Ekonomi (6 tim). (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved