Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

240 Orang di Tanzania Dituduh Makar Usai Aksi Protes Pemilu Berdarah

Thalatie K Yani
08/11/2025 05:55
240 Orang di Tanzania Dituduh Makar Usai Aksi Protes Pemilu Berdarah
Ilustrasi(Media Sosial X)

SEDIKITNYA 240 orang di Tanzania didakwa melakukan makar setelah gelombang aksi protes berdarah yang terjadi usai pemilihan umum pekan lalu. Pemilu tersebut dimenangkan Presiden Samia Suluhu Hassan dengan perolehan suara 98%, namun oposisi, yang dilarang ikut serta, menyebut hasil itu sebagai pemilu palsu.

Bentrokan antara aparat keamanan dan massa yang menolak hasil pemilu menewaskan ratusan orang. Meski pemerintah berupaya mengecilkan skala kekerasan tersebut dan bersikeras pemilihan berlangsung bebas dan adil.

Menurut laporan BBC, para terdakwa dituduh menghasut unjuk rasa untuk menghalangi proses pemilihan. Mereka kini menghadapi ancaman hukuman mati, meskipun sebagian besar vonis hukuman mati di Tanzania biasanya dikurangi menjadi penjara seumur hidup.

Sidang yang digelar di Dar es Salaam, ibu kota ekonomi Tanzania, tidak meminta para terdakwa untuk mengajukan pembelaan. Di antara mereka terdapat pengusaha ternama Jenifer Jovin, yang dituduh mendorong warga membeli masker gas untuk melindungi diri dari tembakan gas air mata polisi. Sejumlah influencer media sosial juga termasuk dalam daftar terdakwa. Sidang akan dilanjutkan pada 19 November.

Dalam pidato pelantikannya, Presiden Samia mengecam kekerasan tersebut dan menuduh pihak asing sebagai dalang di balik kerusuhan. Tuduhan ini membuat warga Kenya di Tanzania merasa terancam setelah muncul laporan bahwa sebagian dari mereka menjadi sasaran aparat keamanan.

Menanggapi hal ini, Menteri Luar Negeri Kenya Musalia Mudavadi meminta jaminan keselamatan bagi warga Kenya di Tanzania. Ia menyampaikan langsung kekhawatiran itu kepada Menlu Tanzania Mahmoud Thabit Kombo melalui saluran diplomatik resmi. “Kami menegaskan pentingnya melindungi hak, keselamatan, dan martabat warga Kenya yang tinggal di Tanzania,” ujarnya.

Seorang guru asal Kenya, John Ogutu, dilaporkan tewas tertembak polisi di Dar es Salaam saat hendak membeli makanan. Namun, kelompok HAM menyebut jenazahnya hingga kini belum ditemukan untuk dipulangkan ke Kenya.

Seorang dokter di Rumah Sakit Muhimbili mengatakan kepada BBC bahwa truk bertanda “Layanan Pemakaman Kota” telah mengangkut banyak jenazah korban protes.

Kementerian Luar Negeri Kenya kini meminta keluarga yang kehilangan kontak dengan kerabatnya di Tanzania untuk menyerahkan nama dan alamat demi proses penelusuran. Banyak warga Kenya, terutama yang bekerja di sekolah swasta, dilaporkan melarikan diri setelah pemerintah Tanzania memperingatkan perusahaan agar tidak mempekerjakan orang tanpa izin kerja.

Meski pengamat pemilu menilai proses pemungutan suara tidak memenuhi standar demokrasi, pemerintah tetap bersikukuh bahwa pemilu berlangsung transparan. Presiden Samia, yang menjabat sejak 2021 menggantikan almarhum John Magufuli, sempat dipuji karena membuka ruang politik, namun kini dianggap mempersempitnya kembali.

Ketegangan ini juga memperburuk hubungan diplomatik Tanzania-Kenya, yang sebelumnya sudah renggang akibat kasus deportasi dan dugaan penyiksaan terhadap aktivis asing yang datang memantau sidang oposisi Tundu Lissu. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
  • 5 Rencana Kerja Sama Indonesia dan Tanzania

    25/1/2024 14:44

    PRESIDEN RI Joko Widodo atau Jokowi menerima Kunjungan Kenegaraan Presiden Tanzania, Samia Suluhu Hassan, Kamis (25/1) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Opini
Kolom Pakar
BenihBaik