Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

AS-Rusia Memanas, Trump Tolak Temui Putin karena Ukraina

Ferdian Ananda Majni
26/10/2025 10:01
AS-Rusia Memanas, Trump Tolak Temui Putin karena Ukraina
Presiden AS Donald Trump.(Xinhua)

HUBUNGAN diplomatik antara Amerika Serikat dan Rusia kembali memanas. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara tegas menolak bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin sebelum tercapai kesepakatan yang jelas guna mengamankan perdamaian antara Rusia dan Ukraina.

"Yang perlu Anda tahu, kita akan mencapai kesepakatan. Saya tidak akan membuang-buang waktu," kata Trump kepada wartawan di Doha, Sabtu (25/10) waktu setempat, dikutip Independent, Minggu (26/10).

Keputusan ini disampaikan setelah Trump sebelumnya menyatakan tidak ingin mengadakan pertemuan yang sia-sia dengan Putin. Menurut sejumlah pejabat AS, perbedaan posisi kedua pihak terkait konflik di Ukraina masih terlalu besar untuk memulai negosiasi damai yang konkret.

Pertemuan tingkat tinggi antara kedua pemimpin yang semula dijadwalkan berlangsung di Budapest, Hungaria, dalam beberapa minggu ke depan, akhirnya ditunda pada Rabu lalu.

"Rasanya tidak tepat bagi saya," sebut Trump. "Saya rasa kami belum sampai pada titik yang seharusnya, jadi saya membatalkannya," tambahnya.

Seiring dengan pembatalan pertemuan, pemerintahan Trump juga mengumumkan sanksi baru terhadap sejumlah perusahaan minyak besar Rusia. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Washington untuk menekan Moskow agar mengakhiri perang di Ukraina.

Keputusan Trump menunda pertemuan dan memberlakukan sanksi baru ini menegaskan sikap AS yang menuntut langkah konkret dari Rusia di meja perundingan sebelum negosiasi damai tingkat tinggi dapat dilanjutkan. 

Respons Keras dari Putin

Menanggapi langkah tersebut, Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa negaranya tidak akan tunduk pada tekanan Amerika Serikat.

Meskipun Putin mengakui bahwa sanksi tersebut dapat menimbulkan dampak ekonomi, ia menegaskan Rusia akan tetap mempertahankan kebijakan dan kedaulatannya. (Fer/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik