Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Jeddah Tower, juga dikenal sebagai Kingdom Tower, akan menjadi gedung pencakar langit tertinggi di dunia setelah selesai dibangun di kota Jeddah, Arab Saudi. Dengan tinggi yang direncanakan lebih dari 1.000 meter, menyaingi Burj Khalifa di Dubai, proyek ini merupakan simbol ambisi besar Arab Saudi dalam mewujudkan visi pembangunan masa depan.
Jeddah Tower terletak di kawasan Jeddah Economic City, sebuah pengembangan urban raksasa di tepi Laut Merah. Proyek ini dimulai pada April 2013 oleh Jeddah Economic Company (JEC), dengan dukungan dari Pangeran Al-Waleed bin Talal, salah satu pengusaha paling berpengaruh di Timur Tengah.
Konstruksi sempat tertunda beberapa tahun, namun kini proyek dilanjutkan kembali dengan target penyelesaian sekitar tahun 2028.
Desain Jeddah Tower mengadopsi bentuk tripod (tiga sisi) yang meruncing ke atas seperti daun tanaman gurun. Struktur ini bukan hanya estetis, tetapi juga berfungsi untuk mengurangi tekanan angin di ketinggian ekstrem.
Fasad gedung menggunakan panel kaca besar yang memantulkan cahaya alami, menciptakan tampilan futuristik dan elegan.
Menariknya, di sekitar lantai ke-157, akan terdapat observatorium tertinggi di dunia, yang memungkinkan pengunjung menikmati pemandangan Jeddah dan Laut Merah dari ketinggian lebih dari 600 meter.
Kondisi tanah di wilayah pesisir Jeddah yang terdiri dari batuan koral dan pasir laut menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, tim struktur dari Thornton Tomasetti merancang fondasi berupa bored piles sedalam lebih dari 100 meter untuk memastikan stabilitas.
Struktur utama bangunan terdiri dari inti beton bertulang (reinforced concrete core) dengan sistem rangka yang mampu menahan beban angin dan gempa.
Jeddah Tower dirancang sebagai bangunan multifungsi (mixed-use skyscraper) dengan pembagian fungsi berikut:
Beberapa tantangan utama dalam pembangunan Jeddah Tower antara lain:
Bentuk menara yang meruncing dan sistem “three-petal” mengurangi turbulensi udara dan gaya lateral.
Fondasi dalam dan beton berkualitas tinggi digunakan untuk mengatasi lapisan tanah koral yang lunak.
Penggunaan double-deck elevators dan sky lobby system menjamin efisiensi pergerakan antar lantai.
Sistem kelistrikan, pendingin udara, dan proteksi kebakaran dirancang dengan standar global agar tetap efisien di gedung supertinggi.
Jeddah Tower bukan hanya proyek arsitektur ambisius, tetapi juga ikon kemajuan Arab Saudi dalam mewujudkan Visi 2030 — strategi besar untuk mengurangi ketergantungan pada minyak dengan mengembangkan sektor pariwisata, bisnis, dan teknologi.
Ketika selesai, Jeddah Tower akan melampaui Burj Khalifa (828 m) dan menjadi simbol baru kebanggaan nasional, sekaligus destinasi wisata vertikal tertinggi di dunia.
Dengan ketinggian lebih dari 1 kilometer, Jeddah Tower akan menjadi tonggak sejarah dalam dunia arsitektur modern. Desainnya yang futuristik, struktur yang kuat, dan fungsi serbaguna menjadikannya bukan hanya sebuah bangunan, tetapi mahakarya teknik dan simbol kebangkitan Timur Tengah di abad ke-21. (Z-10)
Sumber
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved