Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTIVIS iklim asal Swedia, Greta Thunberg, ditangkap oleh pasukan Israel setelah ikut dalam armada kemanusiaan menuju Gaza. Thunberg berada di kapal Alma yang menjadi bagian dari Global Sumud Flotilla, armada sipil yang membawa bantuan kemanusiaan ke wilayah Gaza yang terkepung.
Menurut laporan, Thunberg ditahan di pelabuhan Ashdod setelah kapal yang ditumpanginya dicegat sekitar 120 kilometer dari lepas pantai Gaza. Dalam operasi tersebut, militer Israel menguasai enam kapal: Sirus, Alma, Spectra, Hoga, Adara, dan Deir Yassin.
Kementerian Luar Negeri Israel melalui akun X (Twitter) merilis video penangkapan Thunberg, yang segera viral di media sosial.
Global Sumud Flotilla berangkat dengan lebih dari 40 kapal sipil yang membawa sekitar 500 penumpang, termasuk politisi, pengacara, serta aktivis internasional. Selain Thunberg, terdapat pula Mandla Mandela, cucu mendiang Nelson Mandela, serta sejumlah legislator Eropa.
Misi ini bertujuan menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza meski telah berulang kali diperingatkan oleh Israel untuk berbalik arah. Penahanan ini memicu kecaman luas karena para peserta flotilla menegaskan aksi mereka bersifat damai dan legal.
Rima Hassan, anggota Parlemen Eropa keturunan Prancis-Palestina yang ikut dalam flotilla, menyebut tindakan Israel sebagai “pelanggaran serius dan mencolok terhadap hukum internasional.” Ia menegaskan, penyitaan kapal dan penahanan para kru merupakan penghinaan terhadap komunitas internasional.
“Di atas kapal terdapat ratusan aktivis kemanusiaan dan perdamaian yang menjalankan misi legal dan non-kekerasan. Kami mendesak Uni Eropa, PBB, dan masyarakat internasional untuk mengecam tindakan ini serta menuntut pembebasan seluruh kru. Israel harus memberikan akses tanpa hambatan bagi bantuan kemanusiaan ke Gaza, sesuai hukum internasional,” ujar Hassan dalam pernyataan resminya.
Hassan juga menegaskan negara-negara yang berkomitmen pada hak asasi manusia tidak boleh berdiam diri menghadapi pelanggaran terang-terangan ini.
Israel telah lama memberlakukan blokade laut terhadap Gaza dengan alasan keamanan, namun kebijakan ini menuai kritik karena membatasi akses warga Palestina terhadap kebutuhan dasar dan bantuan kemanusiaan. Penangkapan Thunberg dan tokoh internasional lain diperkirakan akan meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Israel, sekaligus memperkuat sorotan dunia pada krisis kemanusiaan di Gaza. (The Guardian/Z-2)
Sebanyak 13 warga negaranya, termasuk anggota parlemen Luizianne Lins dari Partai Buruh yang berkuasa, telah dibawa ke perbatasan dengan Yordania dan dibebaskan oleh otoritas Israel.
AKTIVIS lingkungan Greta Thunberg disambut layaknya pahlawan setelah tiba di Yunani setelah dideportasi dari Israel.
ISRAEL telah mendeportasi aktivis lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg bersama 170 aktivis pro-Palestina dalam rombongan Global Sumud Flotilla (GSF). Thuberg tiba di Yunai
AKTIVIS asal Swedia, Greta Thunberg bersama ratusan anggota armada Global Sumud Flotilla (GSF) telah tiba di Yunani pada Senin (6/10) setelah dideportasi oleh otoritas Israel
PARA aktivis kemanusiaan dari Global Sumud Flotilla (GSF) mengaku mengalami perlakuan buruk dan kekerasan selama ditahan otoritas Israel.
AKTIVIS lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg, dilaporkan mengalami kekerasan fisik dan perlakuan tidak manusiawi oleh tentara Israel.
Greta Thunberg ditangkap kepolisian London karena mendukung organisasi terlarang saat berdemo membela aktivis Palestina yang sedang mogok makan di penjara.
AKTIVIS lingkungan Greta Thunberg disambut layaknya pahlawan setelah tiba di Yunani setelah dideportasi dari Israel.
ISRAEL telah mendeportasi aktivis lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg bersama 170 aktivis pro-Palestina dalam rombongan Global Sumud Flotilla (GSF). Thuberg tiba di Yunai
AKTIVIS asal Swedia, Greta Thunberg bersama ratusan anggota armada Global Sumud Flotilla (GSF) telah tiba di Yunani pada Senin (6/10) setelah dideportasi oleh otoritas Israel
AKTIVIS lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg, untuk pertama kali berbicara di depan umum pada Senin (6/10) setelah dibebaskan dari penjara Israel.
AKTIVIS lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg, dilaporkan mengalami kekerasan fisik dan perlakuan tidak manusiawi oleh tentara Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved