Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
ISRAEL menghadapi gelombang kecaman internasional setelah serangan beruntun di Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, Gaza, menewaskan sedikitnya 20 orang, Senin (25/8). Korban termasuk lima jurnalis, tenaga medis, serta tim penyelamat yang berada di lokasi.
Kementerian Kesehatan Palestina menyebut serangan dilakukan dua kali dalam selang beberapa menit. Serangan pertama menghantam lantai empat kompleks medis, disusul ledakan kedua yang mengenai kru ambulans dan relawan yang sedang mengevakuasi korban.
Rumah Sakit Nasser mengonfirmasi lima jurnalis tewas dalam insiden ini:
Selain itu, empat tenaga medis dan satu anggota pertahanan sipil Gaza juga meninggal dunia.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakui serangan tersebut menewaskan jurnalis dan tenaga medis, menyebutnya sebagai “kesalahan tragis.” Ia menegaskan militer Israel sedang melakukan investigasi mendalam atas insiden tersebut.
Militer Israel (IDF) mengatakan target awal adalah sebuah kamera di atap rumah sakit yang diduga digunakan Hamas untuk memantau pergerakan tentara Israel. Namun, laporan awal penyelidikan menyebut dua tembakan tank dilancarkan, yang salah satunya justru menghantam tim penyelamat yang datang setelah serangan pertama.
Organisasi jurnalis, lembaga internasional, hingga negara-negara asing mengecam keras serangan ini.
Asosiasi Pers Asing di Israel dan Palestina menyebutnya sebagai salah satu serangan paling mematikan terhadap jurnalis, sejak perang di Gaza dimulai.
Sekjen PBB Antonio Guterres menuntut perlindungan bagi jurnalis dan tenaga medis, serta menyerukan investigasi independen.
Philippe Lazzarini, Kepala UNRWA, menilai serangan ini sebagai upaya “membungkam suara terakhir yang melaporkan kondisi anak-anak Gaza yang sekarat akibat kelaparan.”
Doctors Without Borders (MSF) mengecam serangan terhadap “satu-satunya rumah sakit publik yang masih berfungsi sebagian di Gaza selatan.”
Negara-negara seperti Kanada, Inggris, Jerman, Swiss, Qatar, Arab Saudi, dan Kuwait juga menyampaikan kecaman.
Menurut Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ), sebelum insiden ini, sudah 192 jurnalis tewas sejak perang Gaza pecah. Hanya beberapa jam setelah serangan di RS Nasser, jurnalis lain, Hassan Douhan dari surat kabar Al-Hayat Al-Jadida, juga dilaporkan tewas ditembak di tenda pengungsian di Khan Younis.
Al Jazeera menyebut kematian para jurnalis ini sebagai “kejahatan mengerikan” yang melanggar hukum internasional, sementara Hamas menilai Israel berusaha mengintimidasi media agar tidak melaporkan dugaan kejahatan perang di Gaza. (CNN/Z-2)
Macron sebelumnya menyatakan di media sosial bahwa ia telah berbicara dengan Presiden AS Donald Trump dan Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani.
Tewasnya Ali Larijani dalam serangan udara Israel memperdalam krisis kepemimpinan di Iran. Simak dampaknya terhadap nasib perang dan gejolak domestik Teheran.
Israel meluncurkan gelombang serangan udara baru ke Beirut dan wilayah selatan Lebanon. Lebih dari satu juta orang dilaporkan mengungsi dalam dua minggu terakhir.
Pasukan Zionis kemudian melakukan serangan ke sejumlah titik di Libanon, antara lain Beirut selatan serta wilayah Libanon selatan dan timur.
Korban tewas di Lebanon tembus 773 jiwa, termasuk 103 anak-anak. PBB ajukan bantuan darurat $325 juta saat 1 juta warga mengungsi akibat serangan Israel. Simak laporan lengkapnya.
Iran menyatakan empat diplomat mereka tewas dalam serangan udara yang diluncurkan Israel ke sebuah hotel di Beirut, Libanon, pekan lalu.
Investigasi NYT ungkap kejanggalan dalam serangan Israel terhadap Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Gaza Selatan, yang menewaskan sedikitnya 20 orang
PBB serukan keadilan atas serangan ganda yang dilakukan Israel ke Rumah Sakit Nasser di Khan Younis. Serangan itu menewaskan 20 orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved