Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAIN meninggalkan sebuah permasalahan pelik, krisis imigran yang terjadi di Eropa juga memunculkan satu pertanyaan besar, mengapa para imigran lebih memilih untuk pergi menuju Eropa daripada ke negara-negara di Semenanjung Arab yang letaknya jauh lebih dekat.
Beberapa negara Eropa dikritik karena hanya menampung para imigran dalam jumlah kecil.
Namun, kecaman lebih besar kini diarahkan ke negara-negara kaya di sepanjang Teluk Persia yang menolak menampung para imigran.
Amnesty International, baru-baru ini, menuding enam negara Teluk, yaitu Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, Kuwait, Oman, dan Bahrain, karena mereka sama sekali tidak menawarkan tempat untuk para pengungsi.
Tuduhan juga digaungkan Kenneth Roth, Direktur Eksekutif Human Rights Watch, melalui akun Twitter-nya.
'Tebak berapa banyak pengungsi Suriah yang ditampung Arab Saudi dan negara Teluk lainnya? Nol!' tulis Roth, Rabu (2/9) pekan lalu.
Data yang sama juga ditunjukkan Brookings Institution, organisasi yang melakukan penelitian dan advokasi mengenai topik-topik yang berbasis di Washington DC, Amerika Serikat.
Bobby Ghosh, managing editor portal berita Quartz, menegaskan negara-negara Semenanjung Arab memiliki kemampuan yang jauh lebih besar untuk mengatasi permasalahan pengungsi, jika dibandingkan dengan Yordania dan Libanon yang selama ini telah menampung lebih dari 500 ribu pengungsi.
"Wilayah itu memiliki kemampuan yang luar biasa untuk membangun perumahan bagi para pengungsi. Perusahaan konstruksi yang telah membangun menara-menara megah di Dubai, Abu Dhabi, dan Riyadh harus dikontrak untuk membuat tempat penampungan bagi para peng-ungsi," ujar Ghosh.
Nihilnya peran negara-negara Arab dalam mengatasi krisis imigran sangat mengejutkan, mengingat jarak mereka yang jauh lebih dekat dari negara asal pengungsi.
Terlebih lagi, negara-negara Semenanjung Arab seperti Arab Saudi dinilai memiliki peran mencolok dalam konflik Suriah.
Mereka merupakan pihak yang mendanai kelompok pemberontak untuk melawan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketinggian air akibat luapan Kali Ciliwung yang merendam pemukiman warga sejak Jumat (23/10 malam.
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Senin (19/1) banjir di Kota Pekalongan meluas dari sebelumnya melanda 2 Kecamatan, kini telah merendam ribuanvrunah di 5 kecamatan yakni Wiradesa, Tirto, Sragi, Siwalan, dan Wonokerto.
Berdasarkan pemantauan terbaru, jumlah pengungsi mulai menunjukkan tren penurunan seiring dengan surutnya genangan di beberapa wilayah.
Proses distribusi dilakukan secara terukur agar bantuan tepat sasaran sesuai dengan eskalasi kebutuhan di setiap lokasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved