Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Penulis dan dramawan dari Norwegia Jon Fosse dinobatkan sebagai pemenang Hadiah Nobel Sastra tahun ini. Selain plakat, Fosse juga menerima 11 juta kronor Swedia atau sekitar Rp.15,9 miliar.
Dia keluar sebagai pemenang anugerah ini atas dua karyanya, drama dan prosa yang mengungkap hal-hal tabu. Fosse pun berhasil menyingkirkan empat nominee lain yakni Salman Rushdie, Can Xue, Margaret Atwood dan Haruki Murakami.
Pemenang penghargaan sebelumnya adalah Toni Morrison, Doris Lessing, Gabriel Garcia Marquez dan Bob Dylan. Hadiah Nobel, yang diberikan sejak 1901, mengakui pencapaian di bidang sastra, sains, perdamaian, dan terakhir ekonomi.
Baca juga: Peraih Nobel Kimia Pernah Dapat Nilai F Saat Kuliah
Hadiah sastra diberikan kepada orang yang telah menghasilkan karya paling menonjol di bidang ini secara ideal. Itu sesuai dengan keinginan pengusaha sekaligus pendiri penghargaan ini asal Swedia, Alfred Nobel pada 1895.
Tahun lalu, penghargaan tersebut dimenangkan oleh penulis Prancis Annie Ernaux yang mendedikasikan dirinya selama 50 tahun untuk mengeksplorasi kehidupan, kesenjangan gender, bahasa, dan kelas. (BBC/Cah/Z-7)
Dalam pandangan Gol A Gong sastra berfungsi sebagai ruang jeda dari banjir informasi digital yang dangkal.
SAYEMBARA Novel DKJ 2025 telah mengumumkan pemenangnya semalam, Rabu, (5/11) di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat.
Kemendikdasmen melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) menegaskan komitmen negara terhadap pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa serta sastra.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), menggelar rangkaian kegiatan strategis dalam rangka penguatan literasi dan sastra, serta revitalisasi bahasa daerah di Jawa Tengah.
Aprinus mencontohkan, beberapa karya yang kandungan SARA, yakni pada novel Salah Asuhan yang pada draf awalnya disebut menyinggung ras Barat (Belanda).
Sastra sebagai suatu ekspresi seni berpeluang mempersoalkan berbagai peristiwa di dunia nyata, salah satunya adalah persoalan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved