Selasa 17 Februari 2015, 00:00 WIB

Korut Rayakan HUT Kim Jong-il

Korut Rayakan HUT Kim Jong-il

AFP/KCNA

 
KOREA Utara (Korut) merayakan ulang tahun mendiang penguasa negara komunis itu, Kim Jong-il, Senin (16/2), dengan pesta kembang api spektakuler, promosi jabatan militer berpangkat tinggi, dan aksi para pejabat senior yang menyatakan berjanji setia kepada pemimpin saat ini, Kim Jong-un.

Kim Jong-il meninggal pada Desember 2011 dan posisinya sebagai pemimpin Korut digantikan putranya, Kim Jong-un.

Langit Ibu Kota Pyongyang tampak berwarna-warni berkat pentas kembang api besar-besaran, Minggu (15/2) malam, untuk merayakan apa yang dikenal sebagai Day of the Shining Star.

Untuk menandai tanggal 16 Februari yang bertepatan dengan kelahiran ayahnya, Kim Jong-un mempromosikan puluhan petugas militer, Minggu (15/2).

Juga di hari yang sama, ribuan pejabat militer dan senior partai berkumpul di sebuah aula besar di Pyongyang. Mereka berada di sana untuk menyatakan sumpah setia kepada dinasti Kim.

"Semua anggota partai dan rakyat harus terus mengikuti langkah-langkah jenderal besar (Jong-il) ... di bawah komando Kim Jong-un," ungkap Choe Ryong-hae, salah satu dari pembantu terdekat Kim yang juga menjabat Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Pekerja.

Sebagai bentuk penghormatan, Kim melakukan kunjungan tengah malam ke makam tempat jasad Kim Jong-il dibalsam, kata kantor berita KCNA yang dikelola negara Korea Utara.

Dengan didampingi sekelompok besar senior partai dan militer, Kim membungkuk dalam-dalam memberi penghormatan di Kumsusan Palace of the Sun, tempat Kim Jong-il disemayamkan.

Peringatan hari kelahiran dan kematian Kim Jong-il dan ayahnya, pendiri negara itu yaitu Kim Il-sung, ditetapkan sebagai hari libur besar pada kalender tahunan Korea Utara.

Dalam sebuah pernyataan bertepatan dengan ulang tahun mendiang pemimpin Korut itu, lembaga Human Rights Watch yang berbasis di Amerika Serikat mengatakan Kim Jong-il patut diingat sebagai salah satu pemimpin 'yang paling brutal dan represif' di dunia.

Selama masa 17 tahun pemerintahannya, "Kim bertanggung jawab atas kelaparan terburuk di negara itu dan melakukan kejahatan sistematis terhadap kemanusiaan kepada rakyatnya sendiri," kata lembaga pemantau hak asasi manusia dan demokrasi itu. (AFP/Hym/I-2)

Baca Juga

AFP

Aksi Protes Meluas, Polisi Moralitas di Iran Dikabarkan Bubar

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 05 Desember 2022, 21:16 WIB
Aksi protes selama lebih dari dua bulan dipicu kematian Mahsa Amini, seorang perempuan Iran yang meninggal setelah ditangkap aparat...
ATTA KENARE / AFP

Aktivis Iran Tepis Klaim Polisi Moralitas Dihapus

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 05 Desember 2022, 20:54 WIB
Ada juga seruan di media sosial untuk pemogokan tiga hari, lebih dari dua bulan setelah gelombang kerusuhan sipil yang dipicu oleh kematian...
Ist

Penjualan Senjata Global Meningkat selama 7 Tahun

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 05 Desember 2022, 18:34 WIB
Invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022 juga meningkatkan tantangan rantai pasokan bagi perusahaan senjata di seluruh dunia, kata...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya