Selasa 17 Februari 2015, 00:00 WIB

Massa Eropa Dukung Yunani

MI/WENDY MEHARI UTAMI | Internasional
Massa Eropa Dukung Yunani

AFP/Petros Giannakouris

 
PULUHAN ribu warga berdemonstrasi di Yunani, Minggu (15/2), menjelang pertemuan di Brussels, Belgia, yang akan membicarakan upaya pemerintahan baru Yunani merenegosiasi bailout.

Pada perundingan Senin (16/2) waktu setempat atau pukul 21.00 WIB tadi malam, Menteri Keuangan Yunani Yanis Varoufakis bertemu sesama menteri keuangan 19 negara Eropa yang tergabung dalam zona euro.

Varoufakis dan Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras optimistis bisa meyakinkan para pejabat se-Eropa itu untuk mendukung perombakan bailout yang dinilai membebani ekonomi negara mereka.

Aksi massal di depan gedung parlemen di Athena, Yunani, dihadiri sekitar 20 ribu pendukung pemerintahan baru.

"Kami menghendaki keadilan saat ini dan sekarang karena Yunani telah menderita selama lima tahun," seru Theodora, 58, yang sudah tiga tahun menganggur.

Warga lain, Vassiliki Pikazi, yang mantan guru, juga mengaku, "Situasi saat ini lebih baik bagi emosi, jiwa, dan hati kami, berkat Tsipras yang menolak patuh pada Brussels."

Selain di ibu kota, jalan-jalan di Thessaloniki, kota terbesar kedua di Yunani, juga dibanjiri 8.000-an warga.  Mereka menyeru kepada Brussels, sebagai kantor pusat Uni Eropa, untuk melepas jeratan pengetatan anggaran.

Bukan hanya di Yunani, aksi massa melibatkan 2.000 orang juga digelar di Paris, Prancis. "Baik di Yunani maupun Prancis, kami menolak pengetatan anggaran!" teriak demostran.

Adapun di Lisabon, Portugal, sekitar 300 orang turun ke jalan dengan membentangkan spanduk bertuliskan 'Yunani, Spanyol, Portugal, Perjuangan Kita Mendunia'.

Ekonom sekaligus penggagas aksi di Portugal, Paulo Coimbra, 46, menyatakan mereka ingin menunjukkan solidaritas bagi rakyat Yunani yang membela hak menentukan masa depan sendiri. "Kami di Portugal pun menentang pengetatan anggaran!"

Di Madrid, Spanyol, hampir 100 pengunjuk rasa mendukung upaya Yunani. Termasuk Maria Robles, 60, yang membawa spanduk bertuliskan 'Yunani, yes. Merkel and ECB, no'.

Dia merujuk pada Kanselir Jerman Angela Merkel dan Bank Sentral Eropa. Menurut Robles, Yunani sedang berproses membuka jalan dan seharusnya diikuti troika (tiga kreditur bailout), yakni International Monetary Fund, Komisi Eropa, dan ECB.

Skeptis

Yunani memang tengah berupaya merenegosiasi bailout sejumlah 240 miliar euro. Namun, sejauh ini para krediturnya enggan menerima usulan itu, terutama Jerman. Athena berisiko dikeluarkan dari zona euro jika tidak tercapai kesepakatan baru bailout.

Kemarin, sebelum pertemuan dimulai, Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble mengaku skeptis Yunani bakal berhasil mencapai kesepakatan baru utang.

"Dari yang saya dengar dalam diskusi-diskusi teknis, saya skeptis menteri-menteri keuangan di zona euro akan mencapai kesepakatan hari ini (kemarin)," kata Schaeuble. Dia bahkan menambahkan, "Saya kasihan kepada warga Yunani saat ini. Mereka telah memilih pemerintahan yang bertindak tanpa bertanggung jawab."

Sejumlah analis menilai ada opsi kesepakatan yang bisa dilakukan, yakni membiayai dulu kebutuhan finansial jangka pendek Yunani hingga negara itu bisa membangkitkan pertumbuhan ekonominya dengan cepat guna menutup beban utang.

Dalam wawancara dengan media Jerman, Stern, Minggu (15/2), PM Tsipras berucap, "Kami tidak butuh uang. Kami butuh waktu untuk merealisasikan rencana-rencana reformasi kami." (AFP/I-2)

Baca Juga

AFP

Aksi Protes Meluas, Polisi Moralitas di Iran Dikabarkan Bubar

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 05 Desember 2022, 21:16 WIB
Aksi protes selama lebih dari dua bulan dipicu kematian Mahsa Amini, seorang perempuan Iran yang meninggal setelah ditangkap aparat...
ATTA KENARE / AFP

Aktivis Iran Tepis Klaim Polisi Moralitas Dihapus

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 05 Desember 2022, 20:54 WIB
Ada juga seruan di media sosial untuk pemogokan tiga hari, lebih dari dua bulan setelah gelombang kerusuhan sipil yang dipicu oleh kematian...
Ist

Penjualan Senjata Global Meningkat selama 7 Tahun

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 05 Desember 2022, 18:34 WIB
Invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022 juga meningkatkan tantangan rantai pasokan bagi perusahaan senjata di seluruh dunia, kata...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya