Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan bahwa ASEAN akan kembali memulai proses negosiasi agar negara-negara dengan kepemilikan senjata nuklir dapat segera menandatangani protokol perjanjian Asia Tenggara sebagai Zona Bebas Nuklir (SEANWFZ Treaty).
“Di bawah pilar ASEAN Matters, beberapa isu juga masih terus menjadi prioritas dan sedang dibahas terus menerus, di antaranya penandatanganan Protokol SEANWFZ oleh negara-negara nuklir (NWS) yang prosesnya terhenti pada 2012,” ujar Retno dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (5/4).
Perjanjian Asia Tenggara sebagai Zona Bebas Nuklir atau dikenal sebagai Perjanjian Bangkok ditandatangani pada 1995 oleh seluruh negara anggota ASEAN.
Baca juga : Asia Tenggara Harus Tetap Bebas Senjata Nuklir
Perjanjian tersebut menetapkan bahwa negara-negara yang menandatangani traktat tersebut tidak dapat "mengembangkan, membuat, atau memperoleh, memiliki, atau memiliki kendali atas senjata nuklir", "menempatkan atau mengangkut senjata nuklir dengan cara apa pun", atau "menguji atau menggunakan senjata nuklir."
Protokol untuk perjanjian itu dikeluarkan untuk lima negara dengan senjata nuklir, yakni Tiongkok, Rusia, Prancis, Inggris, dan AS.
Dari lima negara tersebut, Tiongkok menjadi satu-satunya yang telah menyatakan kesiapan untuk menandatangani Protokol SEANWFZ Treaty.
Baca juga : PBB Bertekad Kembangkan Kerja Sama Indonesia dan ASEAN
Dalam KTT dengan para pemimpin ASEAN pada 21 November 2021, Presiden Tiongkok Xi Jinping menyatakan bahwa Beijing mendukung upaya-upaya ASEAN untuk membangun zona bebas senjata nuklir, dan siap untuk menandatangani Protokol Perjanjian Zona Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara secepat mungkin.
Komitmen tersebut kembali disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Tiongkok Qin Gang saat menerima kunjungan Sekretaris Jenderal ASEAN Kim Kao Hourn di Beijing pada 27 Maret lalu.
Menlu Qin menyampaikan bahwa Tiongkok bersedia untuk menjadi pelopor dalam penandatanganan Protokol Perjanjian SEANWFZ, dan bekerja sama dengan ASEAN untuk mengadvokasi solidaritas dan kerja sama yang saling menguntungkan, bersama-sama menjaga keamanan dan stabilitas regional, kata Qin sebagaimana dikutip dari harian China Global Times.
Baca juga : Jadwal, Tema, KTT ASEAN 2023 dan Kegiatan Delegasi Selama di Jakarta
Sebelumnya, dalam pertemuan di Phnom Penh pada 2 Agustus 2022, para Menlu ASEAN sebagai Komisi SEANWFZ telah menyepakati untuk memperpanjang Rencana Aksi (Plan of Action) implementasi SEANWFZ Treaty untuk periode 2023-2027.
Rencana Aksi itu memperkuat komitmen kawasan untuk sepenuhnya terbebas dari senjata nuklir serta upaya penggunaan energi nuklir.
Indonesia sebagai Ketua ASEAN 2023 berkomitmen untuk memfasilitasi negosiasi tersebut guna mencari solusi bersama. (Ant/Z-4)
Anwar Ibrahim menegaskan bahwa kondisi kesehatannya berangsur membaik dan ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas perhatian dan doa yang diberikan.
Sejak kembali ke Gedung Putih, Presiden Donald Trump telah menjadikan mineral tanah jarang sebagai salah satu prioritas utamanya, yang menjadi poin penting dalam perang dagang AS-Tiongkok.
Menlu meminta agar tidak ada pihak yang berspekulasi bahwa Presiden Prabowo pulang lebih awal karena kesalahan penyebutan nama.
Presiden Prabowo Subianto menyerukan penguatan kerja sama konkret di kawasan dengan meningkatkan cadangan beras darurat ASEAN Plus Three
Presiden Prabowo menyatakan pentingnya penguatan kemitraan ASEAN dengan Republik Korea (ROK) dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Prabowo menekankan pentingnya memperkuat integrasi regional, diversifikasi perdagangan, dan jaring pengaman keuangan sebagai inti dari agenda APT.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Pemerintah Tiongkok menyatakan penyesalan atas berakhirnya Perjanjian New START antara AS dan Rusia. Beijing mendesak Washington melanjutkan dialog dengan Moskow.
Ia berkata, "kita menghadapi dunia tanpa batasan yang mengikat terkait persenjataan nuklir strategis antara Federasi Rusia dan Amerika Serikat."
TIONGKOK menolak usulan Presiden Donald Trump untuk perundingan pengendalian senjata nuklir sebagai tidak masuk akal. Apa alasannya?
PERLOMBAAN nuklir baru dimulai. Kini AS harus bersiap menghadapi dua pesaing sekaligus di saat kehilangan keunggulan industri dan ekonominya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved