Senin 05 September 2022, 21:50 WIB

Abaikan Biden, OPEC Plus Malah Pangkas Produksi 100 Ribu Barel Minyak/Hari

Insi Nantika Jelita | Internasional
Abaikan Biden, OPEC Plus Malah Pangkas Produksi 100 Ribu Barel Minyak/Hari

AFP
Ilustrasi

 

ORGANISASI Negara Eksportir Minyak dan sekutunya termasuk Rusia, yang dikenal OPEC Plus, sepakat pada Senin (5/9), untuk memangkas produksi minyak sebesar 100 ribu barel per hari. Pemangkasan ini dianggap kecil atau sekitar sepersepuluh persen dari produksi dunia, sehingga dinilai berdampak kecil pada pasokan minyak.

Dengan memangkas produksi, OPEC Plus menunjukkan bahwa mereka mengabaikan permintaan pemerintah Presiden Joe Biden yang telah melobi Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan produsen lain untuk meningkatkan produksi minyak. Permintaan Biden itu mengantisipasi lonjakan harga energi yang lebih tinggi akibat perang di Ukraina.

"Pemotongan tersebut menimbulkan konfrontasi dalam hal ekspektasi ekonomi maju Barat versus Negara-negara Teluk,” kata Richard Bronze selaku kepala geopolitik di Energy Aspects, sebuah perusahaan riset pasar.

Pejabat OPEC, yang dipimpin oleh Arab Saudi, telah menyatakan kekhawatirannya atas penurunan harga minyak baru-baru ini.

Arab Saudi telah mengingatkan pasar baru-baru ini bahwa mereka siap untuk melakukan intervensi jika melihat bahaya penurunan harga minyak di luar kendali. Negara itu juga mengirimkan sinyal kepada pemerintahan Biden bahwa mereka siap mengambil langkah-langkah strategis seperti memotong produksi.

Keputusan OPEC Plus lebih merupakan sinyal bagi pasar. Kuota produksi minyak dari banyak anggota kelompok sangat berbeda dari apa yang sebenarnya dipompa oleh negara-negara ini.

Pemangkasan produksi minyak 100 ribu barel per hari ditengarai oleh beberapa sebab. Seperti, Tiongkok sebagai importir minyak terbesar dunia dikhawatirkan akan terus melemahkan permintaan minyak karena adanya lockdown atau penguncian wilayah akibat covid-19.

Penyebab lainnya adalah rencana kesepakatan program nuklir Iran yang pada akhirnya dikhawatirkan melepaskan volume besar minyak baru Iran di pasar.

Harga minyak hari ini diperdagangkan naik tajam pada hari Senin. Patokan internasional minyak mentah berjangka Brent naik 3,9% menjadi US$96,63 per barel. Garga minyak berjangka West Texas Intermediate AS juga melonjak 3,6% menjadi US$90 per barel. (The New York Times/OL-8)

Baca Juga

AFP/Jim Watson.

Biden Sebut Amerika Serikat tidak akan Terintimidasi oleh Putin

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 18:39 WIB
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyebut pencaplokan itu sebagai eskalasi paling serius sejak dimulainya...
AFP/Sergei Karpukhin.

Putin Caplok Wilayah Ukraina, Zelensky Bersumpah Beri Perlawanan

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 17:31 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin menggelar upacara akbar di Moskow pada Jumat (30/9) untuk merayakan pencaplokan empat bagian Ukraina yang...
AFP/UGC.

Iran Tangkap Warga Negara Asing terkait Protes Mahsa Amini

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 17:25 WIB
Iran mengatakan bahwa sembilan orang asing ditangkap selama protes jalanan mematikan yang dipicu oleh kematian wanita Kurdi Mahsa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya