Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

AS Sebut Rusia Kesulitan Rekrut Prajurit

Cahya Mulyana
30/8/2022 09:30
AS Sebut Rusia Kesulitan Rekrut Prajurit
Ilustrasi militer Rusia.(AFP/OLGA MALTSEVA)

Rusia menutupi kekurangan pasukan untuk melanjutkan invasi di Ukraina dengan membuka rekrutmen. Tapi Moskow kesulitan memenuhi target itu karena rakyatnya tidak tertarik.

"Karena kondisi itu Moskow melirik tahanan penjara, dan banyak rekrutan baru lebih tua, dalam kondisi yang buruk dan kurang pelatihan," kata seorang pejabat senior pertahanan Amerika Serikat.

Ia mencatat keputusan Presiden Rusia, Vladimir Putin Kamis lalu itu untuk meningkatkan jumlah tentaranya sekitar 10% atau menjadi 1,15 juta prajurit, mulai Januari tahun depan. Langkah itu juga didesak kemunduran dalam invasi Rusia di Ukraina.

Menurut dia Pentagon meyakini bahwa upaya ini tidak dapat berhasil. "Rusia secara historis tidak memenuhi target personel dan kekuatan," kata pejabat itu.

Rusia, kata dia, sudah mulai mencoba untuk memperluas upaya perekrutan. "Mereka telah melakukan ini sebagian dengan menghilangkan batas usia prajurit baru, dan juga dengan merekrut tahanan," kata pejabat itu.

Pada awal Agustus, Wakil Menteri Pertahanan AS Colin Kahl memperkirakan bahwa 70-80.000 orang Rusia telah terbunuh atau terluka di Ukraina sejak invasi pada 24 Februari. (AFP/OL-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Retno Hemawati
Berita Lainnya