Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNA mengamankan posisi Partai Demokrat untuk terus memerintah di Gedung Putih selama tiga periode, Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama turut serta berkampanye.
Di hadapan simpatisan Partai Republik di Distrik Indiana, Rabu (1/6), Obama berusaha memecahkan mitos ekonomi yang sempat dilontarkan kandidat presiden Partai Republik, Donald Trump.
Dalam beberapa kampanyenya, Trump mengatakan imigran berpotensi mengambil lahan pekerjaan di AS.
Menurut Obama, pernyataan itu tidak disertai dengan fakta.
Trump justru menipu masyarakat Amerika kelas bawah.
"Pernyataan Partai Republik tentang ekonomi tidak didukung dengan fakta. Tidak dengan fakta," kata Obama dalam pidatonya selama 1 jam di Indiana, yang didominasi simpatisan Partai Republik.
Dalam kampanye yang disiarkan stasiun televisi PBS, presiden ke-44 AS itu mengatakan janji Trump untuk menghentikan arus gelombang migran telah menarik minat sebagian orang, tapi itu hanya angan-angan.
Hal serupa juga berlaku untuk janji Trump yang lain, yaitu memperbaiki ekonomi dengan melakukan negosiasi kesepakatan dagang yang lebih baik.
"Jika orang-orang merasa tidak aman dan mereka ditawari alasan sederhana tentang bagaimana mereka merasa lebih aman, orang-orang itu akan tergoda akan hal itu," jelas Obama yang akan mengakhiri jabatannya Januari tahun depan.
Trump juga sempat mengatakan ekonomi AS tengah terancam oleh sejumlah mitra dagang negara lain.
Namun, lanjut Obama, hal itu tidak disertai dengan penjelasan konkret.
Miliuner itu tidak pernah menjawab itu dengan jelas.
"Ia hanya mengatakan, 'ya, kita akan bernegosiasi lebih baik'. Lalu, bagaimana cara jelas menegosiasikannya? Tongkat sihir apa yang ia miliki? Dan biasanya jawabannya ialah, dia tidak memiliki jawaban," tandas Obama.
Trump dinilai memanfaatkan penderitaan masyarakat di sebagian besar wilayah AS yang tidak pernah sepenuhnya pulih dari resesi besar.
Walaupun kepemimpinan Obama membuat krisis ekonomi mereda, pekerjaan dan ekonomi tumbuh kembali, upah kerja cenderung stagnan serta kesenjangan masih merajalela.
Kendati demikian, kehadiran Obama diharapkan dapat menarik masyarakat Afro-Amerika di AS untuk memilih Hillary Clinton, dari Partai Demokrat, pada 8 November nanti. (AFP/Aya/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved