Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Organisasi Wartawan Kecam Duterte

Ths/I-3
03/6/2016 08:23
Organisasi Wartawan Kecam Duterte
(AFP / MANMAN DEJETO)

SAAT menjadi kandidat presiden, Rodrigo Duterte telah memberikan pernyataan kontroversial terkait dengan kasus pemerkosaan.

Setelah menjadi presiden terpilih Filipina, Duterte kembali membuat pernyataan yang menjadi sorotan.

Kali ini kelompok media internasional mengecam Duterte karena menyatakan banyak wartawan yang tewas di negaranya disebabkan terlibat korupsi.

Para wartawan itu disebutnya telah melakukan kesalahan sehingga tidak bisa lepas dari ancaman hukum dan pembunuhan.

Organisasi Reporters Without Borders (RWB) melontarkan kemarahan kepada Duterte yang belum lama memenangi pemilu presiden Filipina. RWB mendesak media Filipina untuk memboikot jumpa pers yang digelar tokoh yang akrab disapa 'Digong' itu sampai ia meminta maaf di depan publik.

Jelang pelantikannya sebagai presiden Filipina pada 30 Juni mendatang, Duterte mengatakan banyak wartawan menerima suap dalam beberapa kasus.

Persoalannya, pernyataan Duterte tidak disertai dengan bukti dan rincian kejadian.

Mantan Wali Kota Davao itu hanya memberikan contoh kasus tewasnya seorang penyiar radio di Davao.

Ia menuduh penyiar radio tersebut telah menerima suap.

"Hanya karena Anda seorang jurnalis (tidak berarti) kamu dibebaskan dari pembunuhan jika Anda seorang bajingan," kata Duterte.

Federasi Jurnalis Internasional (IFJ) mengatakan Filipina merupakan negara kedua paling mematikan bagi wartawan sejak 1990 setelah Irak. (AP/Ths/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya