Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Pada 2050, PLTN Pasok 25% Listrik Dunia

I-1
01/6/2016 06:08
Pada 2050, PLTN Pasok 25% Listrik Dunia
(AFP / FABRICE COFFRINI)

ASOSIASI Nuklir Dunia (World Nuclear Association/WNA) menargetkan pada 2050 sebanyak 25% pasokan listrik dunia bakal berasal dari pembangkit nuklir (PLTN). Untuk itu, dunia membutuhkan banyak pembangkit baru dengan total kapasitas 1.000 gigawatt (Gw).

Keberadaan pembangkit itu akan menyeimbangkan pasokan energi dunia yang selama ini berasal dari berbagai sumber, seperti minyak, gas, dan batu bara.

"Untuk target ini membutuhkan sekitar 1.000 Gw kapasitas nuklir baru yang akan dibangun dengan melihat faktor-faktor lain, seperti reaktor yang tua dan pertumbuhan permintaan listrik," jelas Direktur Jenderal Asosiasi Nuklir Dunia Agneta Rising pada acara Forum Internasional VIII Atomexpo 2016 seperti dilaporkan wartawan Media Indonesia, Sabam Sinaga, dari Moskow, Rusia, kemarin.

Dari 1.000 Gw, target masing-masing sebesar 50 Gw terbangun pada kurun 2016-2020. Kemudian 125 Gw periode 2021-2025 dan 825 Gw pada 2026-2050. Menurut Rising, jumlah pembangkit listrik nuklir terus bertambah. Kenaikan bahkan hingga tiga kali lipat. Banyak negara yang mulai setuju untuk membangun pembangkit listrik berbahan baku uranium ini dengan berbagai alasan.

"Secara global, energi nuklir terus berkembang. Pada 2015, hampir 10 Gw energi listrik dipasok dari nuklir. Ini lebih dari dua kali lipat kapasitas rata-rata setiap tahun pada dekade sebelumnya. Kita perlu membangun percepat-an itu," jelas Raising.

Namun, dia mengingatkan, untuk mencapai penambahan pasokan listrik dari nuklir tersebut diperlukan upaya kerja sama pelaku industri di berbagai bidang. Ketimbang berfokus pada teknologi, industri global diminta mengidentifikasi dan fokus pada menghilangkan hambatan yang bisa menahan pertumbuhan. Keberadaan pembangkit nuklir akan menciptakan keseimbangan pada pasokan energi yang selama ini didominasi dari sumber-sumber lain seperti gas, batu bara, dan minyak. (I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya