Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Pemerataan Ekonomi Jadi Prioritas Duterte

27/5/2016 05:30
Pemerataan Ekonomi Jadi Prioritas Duterte
(AFP / MANMAN DEJETO)

PERTUMBUHAN ekonomi Filipina tercatat yang tercepat dari sebagian besar negara di kawasan Asia pada kuartal pertama tahun ini.

Data Badan Statistik Filipina menunjukkan produk domestik bruto (GDP) meningkat 6,9% hingga Maret lalu, yang tertinggi dalam hampir tiga tahun terakhir.

Persoalannya, pertumbuhan yang melampaui perkiraan yang diprediksi para ekonom sebelumnya, yakni sebesar 6,6% itu tidak dirasakan oleh mayoritas warga Filipina alias tidak merata karena kue pembangunan hanya berpusat di Ibu Kota Manila.

Hal itu disadari presiden terpilih Filipina, Rodrigo Duterte.

Oleh karena itu, dia berjanji untuk menyebarkan kegiatan ekonomi di luar Manila, kota yang ia sebut sebagai sebuah kota 'mati' yang dikepung lingkungan kumuh.

Duterte, yang berjuluk Presiden Rody mengatakan, ia akan menciptakan lapangan kerja baru dengan mendirikan zona ekonomi di luar Manila untuk menyebarkan kekayaan hingga ke luar kota metropolis itu.

Dia juga tidak akan mengizinkan pabrik baru dibangun di ibu kota.

"Saya harus menciptakan lebih banyak pekerjaan tapi Manila sudah jenuh," kata Duterte kepada wartawan di Kota Davao, tempat ia menjabat sebagai wali kota selama dua dekade atau enam periode berturut-turut.

"Jika ada investor datang, saya akan memberitahu mereka, saya tidak akan membiarkan pabrik lagi di Manila, bukan hanya karena itu ialah sebuah kota mati, tapi karena saya harus membangun sebuah lingkungan baru bagi masyarakat," tegasnya.

Politikus Partai Demokratik Filipina-Kekuatan Rakyat (PDP-Laban) mengatakan berulang kali saat berkampanye, salah satu prioritas utamanya ialah akan meningkatkan taraf hidup sekitar 26 juta warga Filipina, lebih dari seperempat dari populasi, yang berpendapatan hanya US$1,30 (Rp17.600) per hari atau kurang.

Persoalan kesenjangan masyarakat antara si kaya dan kaum miskin masih tetap menganga meski negara tetangga Indonesia yang berbatasan dengan Pulau Sulawesi dan Maluku itu meraih pertumbuhan ekonomi yang brilian.

Kurangnya kesempatan kerja, terutama di daerah membuat warga Filipina dalam beberapa dekade berbondong-bondong mencari penghidupan lebih baik ke Manila.

Namun, persoalan yang muncul kemudian ialah kaum pendatang itu tinggal di kantong-kantong kemiskinan, memunculkan sejumlah wilayah kumuh. (AFP/Hym/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya