Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA MENTERI Jepang Shinzo Abe mendesak negara-negara anggota Kelompok Tujuh atau G-7 (Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat) melakukan langkah strategis sebagai bentuk respons untuk mengatasi kelesuan perekonomian global.
Abe berharap G-7 mengambil kepemimpinan dalam memulihkan perekonomian global yang tengah dilanda krisis.
Tidak hanya soal ekonomi, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-7 juga mengagendakan masalah diplomatik, perdagangan, politik, perubahan iklim, serta energi.
Untuk memacu pertumbuhan ekonomi, Abe menerapkan kebijakan yang dapat memberi stimulus tambahan.
Dengan kestabilan politik negaranya, ia berencana menunda pembayaran pajak penghasilan.
"Ada kekhawatiran bahwa kelesuan ekonomi ini mungkin berlangsung lama, dan Abe berharap melalui pertemuan ini bisa muncul berbagi gagasan umum untuk mengatasi potensi risiko yang bisa ditimbulkan," ujar Wakil Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Hiroshige Seko.
KTT tahunan yang mempertemukan para pemimpin Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat (AS) tersebut juga akan membahas prioritas kebijakan lain yang diusulkan Abe.
Situasi keamanan maritim yang menyoroti keprihatinan Jepang dengan kehadiran militer Tiongkok di wilayah Laut China Selatan juga menjadi agenda pembahasan KTT G-7.
Isu kesehatan global, upaya memerangi terorisme, dan pemberdayaan perempuan turut menjadi agenda.
Hal lain yang turut dibahas ialah terkait investasi infrastruktur yang berkualitas.
Sejak memimpin Jepang mulai 2012, Abe telah berkunjung ke sejumlah negara untuk mempromosikan teknologi infrastruktur, terutama pembangunan pembangkit listrik tenaga gas dan kereta cepat.
"Kami pikir Jepang telah menunjukkan ke seluruh dunia seperti apa kualitas infrastruktur yang kami miliki," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Jepang, Yasuhisa Kawamura.
Jepang pun berencana mengusulkan pinjaman bantuan pembangunan untuk pembangunan jalan, pembangkit listrik, dan infrastruktur lainnya di seluruh dunia dengan nilai target mencapai US$200 miliar.
Tidak hanya itu, Tokyo berencana menganggarkan sekitar US$6 miliar untuk sektor pendidikan, pelatihan, dan penciptaan lapangan kerja bagi 20 ribu orang di kawasan Timur Tengah.
Dengan dana itu, Jepang ingin membantu mengatasi pengangguran serta kesenjangan ekonomi yang bisa berdampak besar pada munculnya gerakan ekstremisme dan kekerasan.
Dalam isu gender, Jepang berencana membantu memperbaiki kondisi sekolah untuk 50 ribu anak perempuan, terutama di kawasan Afrika dan Asia Selatan.
Tiongkok protes
Sementara itu, Tiongkok merespons keras pembahasan persoalan sengketa Laut China Selatan dalam KTT G-7.
"G-7 harus memfokuskan pada tugas sendiri, yaitu kerja sama ekonomi, tidak perlu menyinggung soal-soal lain yang ada di luar koridor G-7," kata juru bicara Kemenlu Tiongkok, Hua Chunying.
Kantor berita Xinhua, merilis sebuah pernyataan yang mengatakan G-7 harus fokus mengurusi bisnis sendiri.
Bahkan 'Negeri Tirai Bambu' menuduh 'Negeri Matahari Terbit' telah mengeksploitasi status mereka sebagai tuan rumah pertemuan G-7 untuk mencoba mengisolasi Tiongkok. (AP/AFP/I-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved