Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN ke-14 Taiwan Tsai Ing-wen menyerukan dialog yang positif dengan Tiongkok dalam pidato pelantikannya sebagai presiden, kemarin.
Tsai juga meminta Beijing membuang beban sejarah.
"Dua pihak yang memerintah di lintas selat harus menyampingkan beban sejarah dan terlibat dalam dialog positif demi kebaikan rakyat kedua pihak," kata Tsai dalam pidato seusai pelantikan seperti dilaporkan wartawan Media Indonesia Anata Syah Fitri dari Taipei.
Upacara pengambilan sumpah Presiden Tsai Ing-wen dan Wakil Presiden Chen Chien-jen dilaksanakan pada pukul 09.00 waktu setempat di Kantor Presiden Taiwan dengan disaksikan sekitar 20 ribu orang.
Tsai dari Partai Progresif Demokratik (DPP) mengantongi 56% suara dalam pemilu 16 Januari lalu.
Tsai resmi menjadi perempuan pertama yang memimpin Taiwan setelah dilantik dalam upacara yang berlangsung lancar dan khidmat.
Seusai pengambilan sumpah, serah terima jabatan dari presiden sebelumnya, Ma Ying-jeou, kepada Tsai dilakukan secara simbolis di panggung perayaan.
Tsai menyatakan Taiwan akan menjadi 'penjaga setia perdamaian' yang secara aktif berpartisipasi dalam menjaga keamanan kolektif dan stabilitas hubungan lintas selat.
"Kami akan melakukan upaya untuk memfasilitasi rekonsiliasi dalam negeri, memperkuat institusi demokrasi kita, konsolidasi konsensus, dan menampilkan posisi bersatu kepada dunia luar," tutur Tsai yang pagi itu mengenakan pakaian formil berbalut blazer krem.
Dia mengatakan Taiwan akan menjadi 'komunikator proaktif untuk perdamaian'.
Mengenai masalah yang timbul di Laut China Timur dan Laut China Selatan, pemerintah Taiwan mengusulkan agar pihak-pihak yang terlibat segera menyisihkan sengketa sehingga memungkinkan pengembangan bersama.
Pemerintah, ujarnya, akan membentuk mekanisme komunikasi yang intensif dan rutin dengan semua pihak yang terlibat.
Dalam menanggapi pidato presiden baru Taiwan itu, Beijing memperi-ngatkan perdamaian mustahil didapat jika pemerintahan Taiwan yang baru mencoba menjauh dari wilayah daratan, sebutan untuk Tiongkok.
"Jika kemerdekaan dikejar, adalah mustahil untuk mencapai perdamai-an dan stabilitas di selat Taiwan," kata Kantor Urusan Taiwan (TAO) menanggapi pernyataan Tsai tersebut.
Peringatan itu dikeluarkan Beijing lantaran Tsai dikenal kerap menyerukan kemerdekaan Taiwan.
Kedua negara berpisah pada 1949 setelah Kuomintang kalah dalam perang saudara melawan komunis. (Nat/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved