Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
MILITER Mesir menemukan serpihan pesawat Egypt Air yang hilang kontak pada Kamis (19/5) dan diduga terjatuh di Laut Mediterania, kemarin.
Tim pencari menemukan barang penumpang dan bagian dari pesawat Airbus A320 milik maskapai itu sejauh 290 kilometer sebelah utara Kota Alexandria, Mesir.
"Jet dan kapal angkatan laut Mesir akan terus mencari puing-puing Airbus A320 yang jatuh," ujar juru bicara militer Mesir Brigjen Mohammed Samit.
Pesawat Egypt Air MS804 yang terbang dari Prancis menuju Kairo, Mesir, hilang di antara Pulau Karpathos, Yunani dan Mesir tanpa ada sinyal darurat apa pun dari pilot pesawat.
Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi memerintahkan pencarian secara intensif untuk menemukan serpihan pesawat yang mengangkut 56 penumpang, 7 awak, dan 3 petugas keamanan itu.
"Presiden telah menginstruksikan semua pihak yang terlibat termasuk kementerian penerbangan sipil, angkatan laut, angkatan udara untuk secara intensif melakukan pencarian pesawat Egypt Air dan melakukan segala upaya menemukan serpihan pesawat," kata kantor Presiden Mesir.
Selain Mesir, Yunani juga mengerahkan pesawat dan kapal laut untuk melakukan misi pencarian.
Mereka akan bergabung dengan pasukan Prancis.
Amerika Serikat (AS) juga mengerahkan pesawat pengintai untuk membantu operasi pencarian.
Presiden Prancis Francois Hollande telah mengatakan, pada Kamis (19/5) bahwa pesawat jatuh dan Prancis serta Mesir telah membuka investigasi.
Di Kairo, para penyelidik Prancis dan Airbus telah bertemu dengan mitra mereka dari Mesir untuk menetapkan landasan penyelidikan.
Penyebab jatuh
Penyebab jatuhnya pesawat sampai saat ini belum diketahui.
Kementerian Penerbangan Mesir menduga kuat adanya serangan teroris sebagai penyebab jatuhnya pesawat ketimbang karena kerusakan teknis.
Direktur Otoritas Penerbangan Sipil Yunani Konstantinos Litzerakos mengatakan pilot tidak melaporkan masalah apa pun ketika komunikasi terakhir sebelum pesawat hilang kontak.
Namun, Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-March Ayrault, mengatakan belum diketahui sama sekali indikasi penyebab jatuhnya pesawat.
"Kami melihat semua kemungkinan, tapi belum ada satu pun diputuskan sebagai penyebab karena kami benar-benar tidak memiliki indikasi penyebab jatuhnya pesawat," beber Ayrault pada saluran televisi Prancis.
Kejadian ini kian mengobarkan ketakutan akan terjadinya kembali tragedi pengeboman yang menimpa pesawat Rusia di wilayah udara Mesir oleh kelompok Islamic State (IS) pada Oktober tahun lalu dan menewaskan 224 penumpang.
Kedua negara (Mesir dan Prancis) menjadi sasaran serangan IS tahun lalu dan Hollande berjanji akan menyelidiki secara komprehensif penyebab jatuhnya pesawat.
Pesawat Egypt Air MS804 buatan tahun 2003 ini mengangkut 15 warga negara Prancis, 30 warga negara Mesir, 2 warga negara Irak, serta 1 warga negara Aljazair, Inggris, Belgia, Arab Saudi, Kanada, Chad, Kuwait, Sudan, dan Portugal, termasuk 1 anak, 2 bayi, dan 7 kru pesawat serta 3 petugas keamanan.
Oktober tahun lalu, sejumlah negara mengeluarkan larangan terbang ke Mesir setelah serangan IS pada pesawat Rusia itu.
Keamanan bandara Mesir dinilai rendah setelah bom yang ditanam di sebuah kaleng soda bisa masuk ke pesawat maskapai Rusia yang jatuh di Sinai, Mesir, itu. (AFP/AP/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved