Jumat 24 Desember 2021, 20:14 WIB

Kelompok Garis Keras Hindu India juga Ancam Sikh dan Kristen

Mediaindonesia.com | Internasional
Kelompok Garis Keras Hindu India juga Ancam Sikh dan Kristen

AFP/Sajjad Hussain.
Umat Hindu India dalam pertemuan keagamaan di sebidang tanah kosong tempat umat Muslim sebelumnya biasa mengadakan salat Jumat.

 

SUATU video yang diverifikasi sebagai asli oleh AFP mendorong polisi India untuk menyelidiki acara yang direkam dalam media tersebut. Selain menyerukan pembunuhan massal terhadap minoritas Muslim, kelompok garis keras Hindu juga menebarkan ancaman kepada kaum minoritas lain seperti kelompok Sikh dan Kristen.

Pembicara ketiga terdengar mengatakan bahwa dia berharap dia telah membunuh pendahulu Modi yaitu Manmohan Singh yang merupakan Perdana Menteri Sikh pertama di India dari partai oposisi utama Kongres.

Yang lain mengatakan dia telah meminta hotel dari negara bagiannya untuk tidak mengizinkan perayaan Natal. Pernyataan itu disambut dengan sorak-sorai dari para hadirin.

BJP membantah tuduhan bahwa agendanya untuk mengubah India yang secara resmi sekuler dan pluralistik menjadi negara Hindu murni.

Yang lain, Prabodhanand Giri--ketua kelompok Hindu pinggiran yang sering difoto bersama anggota senior BJP--menyerukan tindakan pembersihan dan bagi mereka yang hadir untuk siap mati atau membunuh. 

"Seperti Myanmar, polisi, politisi, tentara, dan setiap umat Hindu di India harus mengambil senjata dan melakukan pembersihan ini. Tidak ada pilihan lain yang tersisa," katanya.

Tindakan keras militer di Myanmar terhadap minoritas Muslim Rohingya yang dianiaya diperkirakan telah menewaskan ribuan orang dan memaksa sejumlah besar orang mengungsi.

Banyak komunitas Muslim mengatakan bahwa mereka semakin menjadi sasaran serangan dan ancaman sejak Modi, seorang anggota seumur hidup dari kelompok Hindu garis keras, berkuasa.

Orang-orang Kristen juga menjadi sasaran kekerasan dan pelecehan. Pemerintah BJP di negara bagian Karnataka selatan minggu ini menjadi yang terbaru untuk memperkenalkan undang-undang yang melarang konversi agama secara paksa.

Polisi di negara bagian Uttarakhand, tempat pertemuan kontroversial itu berlangsung, mengatakan kepada AFP bahwa mereka menyelidiki masalah ini dan tindakan tegas akan diambil terhadap yang bersalah.

Baca juga: Polisi India Selidiki Acara Hindu Serukan Pembunuhan Muslim Massal

Michael Kugelman dari Wilson Center mengecam pemerintah India atas sikap diamnya. "Tidak mengintip, apalagi kecaman, dari pemerintah. Kebenaran yang menyedihkan yakni keheningan yang memekakkan telinga ini tidak sedikit mengejutkan (pemerintah)," tweet-nya Kamis. (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP/MANDEL NGAN

PBB Sebut Keputusan MA AS yang Hapus Hak Aborsi Pukulan bagi HAM

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 07:30 WIB
"Akses untuk mendapatkan aborsi yang aman, legal dan efektif ada dalam hukum hak asasi internasional dan merupakan dasar pada hak...
AFP/David McNew/Getty Images

Mahkamah Agung AS Cabut Hak untuk Lakukan Aborsi

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 05:45 WIB
"UUD tidak menjamin hak untuk melakukan aborsi. Hak untuk mengatur masalah aborsi dikembalikan kepada warga dan perwakilan...
ANTARA FOTO/HO-Biro Pers Setpres

Indonesia Ingin Berkontribusi Mengatasi Masalah Ketahanan Pangan

👤Indriyani Astuti 🕔Jumat 24 Juni 2022, 21:55 WIB
Indonesia sebagai Presiden G20 dan bagian dari Global Crisis Response Group, ujar presiden, akan berkontribusi untuk mengatasi masalah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya