Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Bom Bunuh Diri Tewaskan 64 Orang

12/5/2016 10:13
Bom Bunuh Diri Tewaskan 64 Orang
(AFP/AHMAD AL-RUBAYE)

SEBUAH bom mobil meledak di sebuah pasar yang berada kawasan permukiman masyarakat Syiah, sebelah utara Kota Baghdad, Irak, kemarin.

Pihak berwenang setempat mengatakan serangan bom yang menewaskan 64 orang itu dilakukan kelompok militan Islamic Sta­te (IS).

Ledakan bom yang terjadi sekitar pukul 10.00 waktu setempat ter­sebut juga melukai 87 orang. Ledakan itu disebut sebagai serangan yang paling mematikan di ibu kota Irak selama tahun ini.

Seiring dengan krisis politik yang berkepanjangan di Irak, kelompok pemberontak IS memanfaatkan situasi.

Selama ini, pemerintahan Irak diwarnai konflik politik yang melibatkan politisi yang berlatar bel­akang sekterian.

Pemerintahan Irak kali ini yang didominasi kalangan Syiah dan didukung Amerika Serikat (AS) tidak mengatasi konflik.

Kalangan Sunni yang saat pe­me­rintahan Saddam Husein me­nguasai pemerintah merasa didiskriminasi. Mereka tidak mendukung pemerintahan Irak yang di­dominasi kalangan Syiah.

Dalam serangan bom mobil yang diklaim IS itu, sejumlah toko terbakar. Selain menghancurkan gedung, ledakan juga turut menghancurkan dan menghanguskan sejumlah kendaraan yang sedang berada di jalanan sekitar pasar.

Ratusan orang mengungkapkan kemarahan atas terjadinya serangan bom mobil tersebut. Mereka menilai pemerintah gagal mencegah aksi serangan bom yang dilakukan kelompok pembe­rontak.
“Negeri ini sedang berada dalam konflik antara pemerintah dan masyarakat yang juga menja­­di korbannya,” ucap seorang war­­ga. Ia menilai politisi turut men­­jadi penyebab ledakan.

Warga yang tidak mau disebut­kan identitasnya itu juga mengatakan pemerintah harus bertanggung jawab atas serangan bom yang menewaskan banyak warga sipil tersebut.

Seorang ulama terkemuka, Moqtada al-Sadr, dikenal kerap menyerukan protes kepada pemerintah. Ia turut menuntut pergantian kabinet dan perubahan pemerintahan. Kini gerakan pro­tes Al-Sadr didukung kalangan pekerja di Kota Sadr.

Setelah ledakan bom mobil, kelompok IS mengeluarkan per­nyataan secara daring. Mereka menyatakan bertanggung jawab atas serangan bom. IS juga menye­butkan pelaku bom bunuh diri itu ialah Abu Sulaiman al-Ansari.

Dalam melakukan serangan, kelompok yang dipimpin Abu Bakr al-Baghdadi itu kerap melakukan aksi bom diri di wilayah permukiman warga Syiah. Mereka juga menyerang para tentara pemerintah.

Untuk mengatasi konflik politik, Perdana Menteri (PM) Irak Haider al-Abadi telah mengganti sejumlah menteri. Namun, partai yang berkuasa, Dawa Islam, menentang pergantian itu. (AFP/Ihs/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya