Selasa 10 Agustus 2021, 23:15 WIB

Dituduh Susupkan Kepentingan Politik, Serikat Guru Hong Kong Bakal Membubarkan Diri

Mediaindonesia.com | Internasional
Dituduh Susupkan Kepentingan Politik, Serikat Guru Hong Kong Bakal Membubarkan Diri

tfhk.org
Ilustrasi

 

Serikat terbesar guru di Hong Kong mengatakan pada Selasa (10/8) mereka akan membubarkan diri.

Keputusan itu diambil beberapa hari setelah mereka dikritik media pemerintah Tiongkok dan Biro Pendidikan Hong Kong memutuskan hubungan.

Serikat guru itu dituduh membantu menyusupkan kepentingan politik di sekolah-sekolah.

Langkah tersebut diperkirakan akan meningkatkan kekhawatiran atas tindakan keras pemerintah kepada kelompok-kelompok oposisi.

Beijing tahun lalu memberlakukan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong yang memicu kekhawatiran tentang makin susutnya ruang bagi perbedaan pendapat.

Fung Wai-wah, presiden Serikat Guru Profesional Hong Kong, mengatakan kepada pers bahwa situasi politik dan sosial di kota itu menjadi "drastis" dan serikat tak mampu menemukan solusi. "Ini keputusan sulit, keputusan tak berdaya, dan keputusan yang menyayat hati," kata Fung.

Serikat itu mendapat sorotan pada akhir Juli ketika media pemerintah China Xinhua dan People's Daily mengutuknya sebagai "tumor beracun" yang mesti dibuang.

Beberapa jam kemudian, Biro Pendidikan Hong Kong mengatakan mereka tak lagi mengakui serikat yang condong pada oposisi itu.

Serikat Guru Profesional didirikan 50 tahun lalu dan memiliki sekitar 95.000 anggota. Mereka mempekerjakan 200 staf penuh-waktu.

Biro Pendidikan mengatakan pernyataan serikat dalam beberapa tahun terakhir tidak sesuai dengan profesi pendidikan.

Biro juga mengatakan serikat tersebut tak berbeda dengan kelompok politik dan menuduh mereka mendorong pelajar dan guru untuk ikut dalam "kegiatan yang melanggar hukum".

Banyak pelajar berada di garis depan dalam aksi-aksi protes anti pemerintah yang kadang diwarnai kekerasan pada 2019 dan sejumlah guru termasuk dalam ribuan orang yang ditangkap.

Peraturan keamanan Hong Kong mengharuskan kota itu "mempromosikan pendidikan keamanan nasional di sekolah dan universitas lewat organisasi sosial, media, dan internet."

Serikat guru, yang juga menyediakan layanan medis dan kesejahteraan anggota, itu mengatakan mereka selalu mempromosikan perkembangan pendidikan, melindungi hak-hak guru, dan tidak menghasut pelajar untuk ikut demonstrasi.

Pihak berwenang membantah adanya pengurangan hak dan kebebasan di Hong Kong, namun menurut mereka keamanan nasional Tiongkok adalah garis yang tak boleh dilanggar.

Hong Kong dikembalikan oleh Inggris kepada Tiongkok pada 1997 berdasarkan formula "satu negara, dua sistem" untuk memelihara kebebasan dan perannya sebagai pusat keuangan di Asia. (Ant/OL-12)

Baca Juga

AFP/Jaafar Ashtiyeh.

Pemukiman Israel akan Percepat Implementasi Ultimatum Presiden Palestina

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 21:36 WIB
Abbas berargumen bahwa jika kondisi itu tidak terpenuhi, pengakuan atas Palestina terkait perbatasan pada 1967 mungkin bisa...
PETIT TESSON / POOL / AFP

Uni Eropa akan Buka Misi Diplomatik Bersama di Afghanistan

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 17:30 WIB
Barat telah lama mencari cara untuk terlibat dengan Taliban setelah kelompok itu mengambil alih kekuasaan di Afghanistan pada...
Hector RETAMAL / AFP

Taliban Keluarkan Dekrit Wanita Tidak Boleh Dipaksa Menikah

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 14:38 WIB
Pemerintah Taliban Afghanistan mengeluarkan dekrit tentang hak-hak perempuan yang menyatakan bahwa perempuan tidak boleh dianggap...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya