Sabtu 10 Juli 2021, 04:30 WIB

Pabrik Jus Terbakar, 52 Tewas dan 20 Terluka di Bangladesh

Mediaindonesia.com | Internasional
Pabrik Jus Terbakar, 52 Tewas dan 20 Terluka di Bangladesh

dawn.com
Kebakaran pabrik jus di Bangladesh.

 

Sedikitnya 52 orang tewas, 20 terluka dan banyak korban lainnya diduga terperangkap dalam kebakaran hebat yang melanda sebuah pabrik jus di Bangladesh, kata pejabat Jumat (9/7).

Api mulai muncul pada Kamis (8/7) malam di lantai dasar pabrik bertingkat enam itu. "Tiga orang meninggal setelah melompat dari gedung untuk menghindari api dan sudah 49 jasad yang hangus ditemukan sejauh ini," kata Mustain Billah, pejabat distrik Narayanganj.

"Api masih membakar lantai paling atas. Petugas damkar sedang berusaha mengendalikannya karena bahan kimia dan mudah terbakar disimpan dalam gedung itu."

Dia mengatakan penyebab kebakaran itu belum diketahui. "Plastik, zat-zat yang mudah terbakar dan bahan kimia membuat api sulit dipadamkan," kata pejabat damkar Abdullah Al Arefin. Dia menambahkan panas yang hebat dari kebakaran itu membuat gedung pabrik retak.

Al Arefin mengatakan setiap lantai di gedung itu luasnya sekitar 2.350 meter persegi, namun hanya bisa diakses lewat dua tangga. Banyak pekerja tak bisa menyelamatkan diri saat api melalap tangga tersebut.

Salah satu pintu dari tangga ke atap terkunci, katanya.

"Kami menyelamatkan 25 orang setelah memasang tangga ke atap gedung. Kami mungkin bisa menyelamatkan yang lainnya jika bisa mencapai atap itu," kata Debashih Bardan, wakil direktur dinas kebakaran nasional.

Banyak pekerja terluka saat melompat dari lantai dua dan tiga untuk menyelamatkan diri, kata Shah Alam, pejabat lain dari dinas kebakaran.

Ketika kerabat pekerja yang hilang melancarkan protes di area pabrik, seorang ibu yang mencari anaknya, Nazma Begum, menjerit, "Tak ada keadilan! Di mana putraku?"

Pabrik yang membuat sari buah mangga itu berada di distrik Narayanganj, 20 km arah tenggara dari ibu kota Dhaka, dan dikelola oleh Hashem Food and Beverage, anak perusahaan multinasional Sajeeb Group.

Narayanganj di Bangladesh bagian tengah dipenuhi pabrik yang membuat aneka barang, dari tali rami hingga tekstil.

Bencana akibat buruknya standar keamanan gedung adalah hal yang umum di Bangladesh, terutama di sektor tekstil yang mempekerjakan jutaan orang dan menyumbang ekonomi paling besar. (Ant/OL-12)

Baca Juga

asianews.it

Usai Melemah, Saham Tiongkok Dibuka Bervariasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 09:37 WIB
Analis tidak memperkirakan dukungan kebijakan moneter luas dalam waktu...
AFP/Olga MALTSEVA

Saint Petersburg Perketat Pembatasan Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 09:00 WIB
Saat ini, Rusia adalah negara Eropa yang paling parah terhantam covid-19 dengan angka kematian total berjumlah 224.310...
AFP/Kenzo TRIBOUILLARD

UE: Tidak Ada Pembicaraan Kesepakatan Nuklir Iran pada Kamis

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 08:30 WIB
Pernyataan itu muncul setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan negosiator nuklir negara itu, Ali Bagheri, akan pergi ke...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya