Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
KONFLIK Palestina-Israel yang telah berjalan lebih dari 70 tahun sulit dihentikan. Terlebih sampai saat ini Palestina merupakan negara yang
belum mendapat hak kemerdekaannya untuk diakui sebagai sebuah negara.
Tidak cukup sampai di situ, luas wilayah Palestina semakin mengecil karena dicaplok oleh Zionis Israel. Pendudukan wilayah oleh Israel ini
seolah mendapat dukungan dari Amerika Serikat. Meski PBB sudah turun tangan dan serangan Israel ke Palestina mendapat kecaman banyak negara, nampaknya Israel tidak bergeming.
Hal itu mengemuka dalam Diskusi ilmiah yang bertajuk 'Antara Amerika-Israel dan Palestina', secara daring yang diselenggarakan oleh Departemen Antar Budaya Fakultas Ilmu Budaya UGM, kemarin.
Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM Dr. Wening Udasmoro, mengatakan konflik perang antara Israel dan Palestina saat ini memiliki pola yang sama bahwa setiap konflik dimanapun kejadiannya selalu didominasinya oleh hasrat untuk banyak berkuasa. Lalu dampak yang ditimbulkan dari setiap konflik tetaplah rakyat sipil yang selalu menderita karena tidak memiliki senjata.
"Selalu kaum perempuan dan anak-anak serta lansia yang menjadi korban," ujarnya.
Memutus mata rantai konflik antara Israel dan Palestina ini menurutnya, tidaklah mudah karena masing-masing membangun narasi yang berbeda dan selalu dipertahankan sejak lama.
"Bagaimana memutus rantai konflik sebagai mata rantai jadi tantangan bagi semua bangsa. Konflik yang sudah lama ini terjadi ini, tidak hanya menguras perasaan namun pemikiran kita semua," paparnya.
Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono,M.Eng., D.Eng., mengatakan dukungan Bangsa Indonesia untuk tercapainya kemerdekaan Palestina sangatlah tepat. Oleh karena itu, penyelesaian konflik kedua negara ini perlu segera dilakukan. "Kita dukung usaha pemerintah RI lewat jalur diplomatik dan jalur jejaring internasional untuk meminta Israel menghentikan serangannya," jelasnya.
Pakar Kajian Budaya Amerika dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM Prof. Dr. Ida Rochani Adi mengatakan dukungan Amerika Serikat bagi Israel selama ini tidak lepas dari keberadaan komunitas Yahudi di Amerika yang hampir menguasai seluruh sektor bisnis di negara tersebut.
"Ketika ada konflik di luar Amerika, maka komunitas diaspora Yahudi sangat solid," kata Ida.
Menurut Ida, kelompok Yahudi di Amerika termasuk kelompok yang terdepan dibanding dengan kelompok masyarakat yang lain. Meski Orang yahudi di Amerika sebagian besar mengaku tidak beragama namun mampu membangun identitas dalam mendukung sesama kelompok yahudi.
"Pengalaman sosial, tradisi dan sejarah perjalanan sejarah Yahudi di Amerika Serikat sudah ada sejak zaman kolonial," katanya.
Sementara Dubes Indonesia untuk Lebanon Drs. Hadjriyanto Y.Tohari, MA., mengatakan ada lima alasan Amerika Serikat selalu mendukung Israel hingga saat ini karena untuk pengamanan akses terhadap minyak di Timur Tengah, pemberian dukungan proteksi pada Israel, pengamanan basis militer di Timur Tengah, mempertahankan rezim berkuasa sebagai bagian dari aliansi Amerika di Timur Tengah serta membendung radikalisme, terorisme dan fundalisme islam di kawasan tersebut.
Tohari berpendapat kebijakan politik luar negerinya Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah dalam rangka melindungi Israel agar Amerika tetap menancapkan kekuasaannya di kawasan yang kaya akan minyak tersebut.
"Jangan berharap pergantian Presiden Amerika membawa perubahan signifikan di Timur Tengah. Pasalnya dalam pandangan Amerika ekstensi dan keamanan Israel sebagai landasan berpijak politik Amerika," katanya.
Bagi Tohari, Amerika Serikat sekarang ini bukan lagi mediator atau makelar perdamaian namun perancang utama persoalan selesai dan tidaknya konflik antara Israel dan Palestina. "Begitu dominannya peran amerika dalam persoalan israel dan palestina. Bahkan Amerika juga menginisiasi normalisasi hubungan Israel dengan Mesir, Yordania,Sudan dan Maroko,"ungkapnya.
Dukungan Amerika untuk memberikan kemerdekaan kepada Palestina menurutnya sangat bergantung dari itikad baik dari pemerintah negeri Paman Sam tersebut serta tekanan dari negara-negara di seluruh dunia.
Namun yang menjadi pertanyaan apakah Amerika menginginkan kemerdekaan Palestina atau tetap menginginkan status quo seperti ini, antara ketenangan lalu konflik dan penyerangan? "Kenyataan lebih besar bahwa kemerdekaan yang diinginkan lebih dari 70 tahun itu ada di pundak Amerika," tegasnya. (OL-13)
Baca Juga: Netanyahu Sebut Israel Bertekad untuk Lanjutkan Agresi Gaza
Telusuri perjalanan Jesse Jackson, tokoh hak sipil Amerika Serikat yang menjembatani warisan Martin Luther King Jr menuju era kepemimpinan modern.
IRAN menyatakan bahwa sikap Amerika Serikat (AS) terkait nuklirnya menunjukkan perubahan ke arah yang lebih realistis, sehari menjelang putaran kedua perundingan
CITRA satelit mengungkap keberadaan kapal induk AS USS Abraham Lincoln di Laut Arab, 700 kilometer dari Iran,menjelang putaran baru perundingan nuklir antara Iran dan AS
KOMISI I DPR RI akan mengawal hasil tindak lanjut dri keikutsertaan Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT Board of Peace di Amerika Serikat yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto
PRESIDEN Prabowo Subianto melakukan kunjungan Kerja ke Washington, Amerika Serikat hadir dalam pertemuan perdana atau KTT Board of Peace bersama setkab Teddy Indra Wijaya dan Bahlil Lahadalia
Kunjungan presiden prabowo subianto yakni menghadiri pertemuan perdana atau KTT Board of Peace, Komisi I minta penghentian kekerasan, memastikan perlindungan bagi warga sipil di Palestina.
Menlu Sugiono bertemu Sekjen PBB António Guterres di New York, bahas Palestina, Board of Peace, dan partisipasi Presiden Prabowo Subianto.
Pengamat militer Khairul Fahmi menilai kehadiran Indonesia di Board of Peace dan rencana 8.000 TNI ke Gaza krusial cegah dominasi politik Israel.
Dana Eden, produser pemenang Emmy di balik serial spy thriller 'Tehran', ditemukan meninggal dunia di Athena.
Jubir Taliban Zabihullah Mujahid tegaskan dukungan bagi Iran jika AS menyerang. Simak analisis hubungan Kabul-Teheran & dinamika keamanan Timur Tengah 2026.
Hamas mengutuk penyiksaan brutal tahanan Palestina di Penjara Ofer. Temuan medis ungkap luka bakar besi panas hingga dugaan pencurian organ. Simak detailnya.
Menlu Palestina Varsen Shaheen di Munich tegaskan perdamaian mustahil jika Israel terus langgar hukum internasional dan aneksasi wilayah. Simak laporannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved