Kamis 29 April 2021, 15:54 WIB

Dua Pangkalan Udara Myanmar Diserang Kelompok Tak Dikenal

Nur Aivanni | Internasional
Dua Pangkalan Udara Myanmar Diserang Kelompok Tak Dikenal

Karen Information Center/AFP
Pusat Informasi Karen menampilkan seorang warga yang mengenakan kain longyi siap menendang bola bergambar Jenderal Min Aung Hlaing.

 

KELOMPOK penyerang tak dikenal melancarkan serangan di dua pangkalan udara Myanmar pada Kamis (29/4). Satu ledakan dilaporkan menyasar satu pangkalan udara militer dan tembakan roket jatuh di pangkalan lain.

Serangan itu baru terjadi pascatiga bulan kekacauan politik di Myanmar yang dipicu kudeta militer pada 1 Februari 2021. Sejauh ini belum kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atau konfirmasi apa pun atas korban dalam serangan itu.

Seorang juru bicara militer Myanmar pun tidak menjawab panggilan untuk dimintai komentar terkait serangan ke dua pangkalan militer.

Dalam serangan pertama pada Kamis (29/4), tiga ledakan meledak di sebuah pangkalan udara dekat pusat Kota Magway pada dini hari, lapor Kantor Berita Delta dalam sebuah unggahan di Facebook.

Pemeriksaan keamanan, kata portal berita itu, ditingkatkan di jalan-jalan di luar pangkalan setelah ledakan itu.

Kemudian, lima roket ditembakkan ke salah satu pangkalan udara utama negara itu, di Meiktila, di timur laut Magway, kata reporter Than Win Hlaing, yang berada di dekat pangkalan pada saat itu, dalam sebuah unggahan.

Dia juga mengunggah klip video yang menyertakan suara dari yang tampak seperti roket yang terbang di atas kepala diikuti dengan ledakan. Namun, klip tersebut tidak dapat diverifikasi.

Sejak penggulingan pemerintah terpilih yang dipimpin oleh peraih Nobel Aung San Suu Kyi, aksi protes telah mengguncang kota-kota di sana. Militer pun menindaknya dengan kekuatan brutal dan menewaskan 756 orang, menurut sebuah kelompok aktivis.

Pertempuran antara militer dan pemberontak etnis minoritas Karen juga berkobar sejak kudeta dengan militer melancarkan banyak serangan udara di daerah perbatasan di wilayah pervatasan utara dan timur.

Angkatan bersenjata Myanmar telah memerangi sejumlah kelompok pemberontak etnis bukan hanya di daerah perbatasan selama beberapa dekade. (CNA/Nur/OL-09)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Wahyu Putro

Gubernur Bali Tanggapi Komentar Senator Australia Terkait Kotoran Sapi

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 07:38 WIB
Koster pun menduga Hanson tidak pernah datang ke Bali dan melihat langsung penanganan penyakit PMK di Pulau...
Pinterest.com

Penguncian Wilayah, 80 Ribu Lebih Turis Terjebak di Tiongkok

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 06:59 WIB
Lebih dari 80.000 turis terjebak di Sanya, sebuah kota resor pesisir di Provinsi Hainan, Tiongkok akibat penguncian wilayah...
AFP/Mahmud HAMS

Dewan Keamanan PBB Bahas Konflik di Gaza

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 05:57 WIB
Gencatan senjata yang dimotori oleh Mesir berhasil menghentikan aksi saling serang yang telah menewaskan 44 orang, termasuk 15 anak-anak,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya